HETANEWS

Saddil Ramdani Resmi Tersangka Kasus Penganiayaam

Saddil Ramdani jadi tersangka kasus penganiayaan.

Jakarta, hetanews.com - Pemain Bhayangkara FC dan Timnas Indonesia, Saddil Ramdani resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap seorang pemuda bernama Irwan (25 tahun).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kendari AKP Muhammad Sofyan Rosyidi menyatakan, kasus Saddil resmi naik di tingkat penyidikan pertanggal 4 April 2020.

"Untuk perkara atas nama Saddil sudah naik ke tingkat penyidikan dan statusnya sudah naik jadi tersangka," kata Sofyan kepada wartawan, Sabtu (4/4).

Meski sudah tersangka, mantan pemain Pahang FA dan Persela Lamongan tidak ditahan oleh penyidik. Saddil hanya dikenakan wajib lapor.

"Tetap sebagai tersangka, namun penahanan merupakan kewenangan penyidik pertimbangan subyektif dan obyektif penyidik," jelasnya.

Ia melanjutkan, Saddil sudah dua kali diperiksa penyidik dalam kasus penganiayaan tersebut. Sementara korban, baru kali ini diperiksa setelah mengalami tindakan penganiayaan pada akhir Maret lalu.

"Korban baru diperiksa, karena beberapa hari setelah kejadian belum bisa diperiksa," ujarnya.

Sejauh ini, polisi juga telah memeriksa lima orang saksi yang mengetahui langsung peristiwa penganiayaan tersebut.

Dalam kasus ini, Saddil Ramdani disangka melanggaran Pasal 351 ayat 1 dan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sebelumnya, Saddil Ramdani dilaporkan oleh Adrian, salah satu keluarga korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kendari, Sabtu (28/3).

Laporan yang tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/109/III/2020 itu menyebutkan, Irwan mengalami luka robek di bagian kepala dan bibir, setelah dianiaya Saddil dan rekan-rekannya.

Berusaha meminta konfirmasi kepada Saddil Ramdani namun belum memberikan keterangan terkait kasus yang membelitnya.

Di akun instagram pribadinya, Saddil hanya memposting foto dengan caption tentang harga diri keluarga.

"Tetap melangkah dan semangat untuk bekerja tidak perduli dengan orang-orang, yang telah mereka ucapkan terhadapmu karena sesungguhnya mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang telah terjadi."

"Ingat harga diri keluarga lebih penting dari apa yang dicapai sekarang bahkan tidak ada apa-apanya. Kamu sebagai laki-laki wajib untuk mempertaruhkan dan mempertahankan harkat dan martabat keluargamu," tulis Saddil dalam akun pribadinya @saddilramdanii.
 

Editor: sella.