HETANEWS

Update Virus Corona di Dunia 4 April: 1,09 Juta Orang Terinfeksi, 225.519 Sembuh

Penumpang mengenakan masker untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19 coronavirus, saat menunggu penerbangan di Bandara Internasional Changi, di Singapura, 27 Februari 2020. Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN

Hetanews.com - Menurut data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Sabtu (4/4/2020) pagi, tercatat 1.094.068 orang dinyatakan positif Covid-19 di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, 58.773 orang meninggal dunia, dan 225.519 pasien telah dinyatakan sembuh.  Hingga kini, kasus terbanyak tercatat di AS, yaitu 273.880 kasus, disusul Italia, dan Spanyol.

Perkembangan wabah virus corona di berbagai negara juga berbeda-beda, baik dari segi jumlah kasus hingga kebijakan-kebijakan yang diberlakukan. Berikut adalah perkembangan terbaru dari beberapa negara di dunia:

Indonesia

Warga berdiri di depan karangan bunga dukungan untuk tenaga medis dan staf Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Puluhan kiriman karangan bunga dari masyarakat terpasang sejak Jumat (20/3) berisi doa untuk tenaga medis agar terus sehat selama menangani pasien terinfeksi COVID-19 di Indonesia.
Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Jumlah kasus infeksi virus corona di Indonesia masih terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Mengutip data yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (3/4/2020) pukul 12.00 WIB, ada 1.986 kasus infeksi virus corona yang telah dilaporkan terjadi di Indonesia.

Kasus-kasus ini tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Dari seluruh kasus yang telah dikonfirmasi, sebanyak 181 orang meninggal dunia, dan 134 pasien telah dinyatakan sembuh. 

Merespons perkembangan yang terjadi, sejumlah daerah telah menetapkan status siaga darurat, tanggap darurat, maupun membentuk gugus tugas penanganan.

Hingga kini, total dana logistik yang telah dikumpulkan baik dari rekening luar negeri, rekening dalam negeri, maupun donasi adalah sebesar Rp 82,6 miliar. Anggaran tersebut telah digunakan sebagian untuk APD dan material kesehatan lainnya. 

Amerika Serikat

Petugas medis memandu pengendara mobil di stasiun tes Covid-19 drive-thru di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 19 Maret 2020. Layanan drive-thru ini dijalankan oleh Virginia Hospital Center and Arlington Country.
Foto: SHAWN THEW/EPA-EFE

Di Amerika Serikat, jumlah infeksi virus corona yang dilaporkan juga terus meningkat. Data terbaru menunjukkan lebih dari 270.000 kasus infeksi virus corona telah terjadi di negara ini. Dari jumlah tersebut, ada 7.087 kasus kematian.

Sementara, 9.707 pasien telah dinyatakan sembuh. Melansir CNN, AS mencatatkan rekor kematian harian terbanyak per Jumat (3/4/2020), yaitu 1.094 kasus.  Sebelumnya, kematian terbanyak terjadi pada hari Rabu (1/4/2020), yaitu 946 kasus. 

Kasus-kasus infeksi ini dilaporkan terjadi di 50 negara bagian, Distrik Columbia, dan wilayah AS lainnya, termasuk juga kasus-kasus dari luar negeri. Hingga kini, Wyoming merupakan satu-satunya negara di AS yang belum melaporkan adanya kasus kematian di wilayahnya.

Turki

Istanbul Turki.
Foto: Dok. Pixabay

Data per Sabtu (4/4/2020) pagi menunjukkan, ada 20.921 kasus infeksi virus corona yang telah dikonfirmasi di Turki. Sebanyak 425 orang meninggal dunia akibat Covid-19 dan 484 pasien dinyatakan sembuh dari penyakit ini.

Baru-baru ini, Presiden Turki Tayyip Erdogan juga mengumumkan langkah yang lebih ketat untuk melawan virus corona yang menjangkit wilayah negaranya. Langkah itu di antaranya, mewajibkan penggunaan masker di supermarket, pasar hingga tempat kerja. 

Selain itu, Erdogan juga melarang kendaraan masuk dan keluar dari 30 wilayah metropolitan utama dan Provinsi Zonguldak, dimana jumlah besar penyakit pernapasan kronis telah dilaporkan.

Perjalanan antar-kota telah dibatasi dengan pesawat maupun bus. Langkah ini baru berlaku untuk kendaraan-kendaraan pribadi. Erdogan juga memperluas cakupan karantina wajib bagi warga dengan usia di bawah 20 tahun. 

Sebelumnya, Turki hanya memberlakukan karantina paksa bagi warga yang berusia di atas 65 tahun dan untuk orang yang memiliki penyakit kronis.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.