HETANEWS

Terkait Pendatang di Siantar Positif Corona, Dahyar: Masyarakat Harus Pro Aktif

Dahyar Harahap, tokoh masyarakat yang juga pengacara/advokat di Siantar-Simalungun. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Pasca dijemputnya seorang warga pendatang yang positif Corona (Covid-19) oleh petugas gugus tugas Pemko Siantar, Jumat (3/4/2020), dari jalan Farel Pasaribu bawah, membuat kepanikan warga Siantar.

Khususnya masyarakat sekitar Kelurahan BP Nauli, Kecamatan Siantar Marihat yang tidak menduga, ada penderita Covid-19 di daerah itu.

Bahkan sebahagian warga mengetahui hal ini, setelah adanya pemberitaan dari berbagai media cetak, online dan televisi.

Menanggapi hal ini, seorang tokoh masyarakat yang juga sebagai advokat Siantar-Simalungun, Dahyar Harahap SH, menyesalkan keteledoran pemerintah dan juga masyarakat (tetangga), termasuk Lurah yang tidak tanggap dengan situasi ini.

Apalagi penderita positif Covid-19 tersebut, bukanlah orang Siantar. Seyogianya, setiap pendatang ataupun orang yang bekerja di luar kota Siantar, harus dipantau. Karena untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya pemerintah saja, tetapi peran aktif masyarakat juga, ungkapnya.

Baca juga: Heboh di Jalan Farel Pasaribu: Petugas Seragam APD Lengkap Turun ke Lokasi, Katanya Ada Warga Positif Covid-19

"Masyarakat harus cepat dan tanggap saling membersihkan informasi, dengan aktivitas di lingkungannya. Jika ada pendatang harus dilaporkan ke pemerintah setempat, seperti RT/Kepala Desa", jelas Dahyar lagi.

Faktanya, pihak Pemko Siantar telah mendapat informasi dari Rumah Sakit Adam Malik Medan, tentang si penderita yang posistif Covid-19, pada Rabu (30/3/2020) malam lalu. Tapi si penderita, baru dijemput tim, pada Jumat (3/4/2020) sore. Dalam hal ini, tim Gugus Pemko Siantar sangatlah lambat.

Diharapkan tim Gugus Pemko segera melakukan sterilisasi lokasi dan melakukan pemeriksaan kepada semua keluarga si penderita dan termasuk para tetangga, kata Dahyar.

Penulis: ay. Editor: gun.