HETANEWS

Satu Orang Warga Lampung Positif Corona di Siantar, DPRD Anggap Pemko Kebobolan

Mangatas Siallahi dan Denny Siahaan.

Siantar, hetanews.com - Pemko Siantar, melalui live streaming Facebook (FB), membenarkan ada pasien positif  Covid – 19, di Jalan Farel Pasaribu bawah, Jumat (3/4/2020).

Namun ada keanehan dari keterangan yang disampaikan oleh Wali Kota tersebut, bahwa tanggal 30 Maret 2020, sudah mendapatkan informasi, jika yang bersangkutan positif Corona, dan tanggal 1 April 2020, pulang ke Siantar, dan setelah dua hari, barulah Pemko ‘mengamankan’ yang bersangkutan.

Terkait kronologi tersebut, DPRD menganggap Pemko Sinatar kebobolan dalam menangani pendemi Covid – 19.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi, saat dikonfirmasi wartawan.

Dia menyebutkan, sudah lama dia meminta kepada Pemko, agar mengamankan 5 titik pintu masuk Kota Siantar.

"10 hari lalu, sudah aku sampaikan sama Sekda dan Dinkes, agar 5 titik masuk Siantar disterilisasikan, tapi tidak dilakukan, inilah yang aku takutkan,"katanya.

Namun sarannya tersebut tidak diindahkan oleh Pemko Siantar. Atas kejadian itu, dia menuding Pemko Siantar kebobolan.

"Ini jangan maen-maen, masalah ini (Pendemi Virus Covid - 19) masalah serius, jangan dibiarkan begini. Untuk itu, saya minta agar disterilisasikan pintu masuk Siantar, jangan nampak kali engga ada Wali Kota kita,"katanya.

Mangatas juga menyarankan, agar daerah tersebut agar diisolasi. Hal ini penting dilakukan untuk mengehentikan penyebaran, ujarnya.

"Jangan langsung beranggap negatif dengan kata isolasi, itu dilakukan demi kebaikan bersama,"ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Denny T Siahaan, bahwa keterangan Pemko Siantar yang sudah mendapatkan informasi, sejak tanggal 30 Maret lalu, namun baru mengamankan yang bersangkutan tanggal 3 April, hal ini menjadi pertanyaan besar.

"Tanggal 1 April, dia di Siantar, loh kenapa engga langsung diisolasikan dia tanggal 1, selama 2 hari ini, kemana aja dia? Kenapa dibiarkan?,"katanya bertanya.

Denny bertanya, apakah Pemko Siantar tidak sayang terhadap keluarga dan masyarakat Siantar.

"dr Ronal rumahnya di Jalan Farel Pasaribu loh, apa engga sayang ama keluarga, dibiarkan 2 hari begitu,"ucapnya.

Denny juga meminta Pemko agar segera menutup bus dan travel yang ada di Kota Siantar, dan meminta agar Dishub melakukan penertiban secara langsung terhadap bus dan travel.

"Yang diberitakan kalian (Hetanews) itu kemarin kan yah ini yang ditakutkan, bukan bermaksud yang aneh-aneh, tolonglah demi kebaikan masyarakat Siantar pintu masuk, bus dan travel yang ada di Siantar segera ditertibkan, jangan mereka jadi pembawa virus itu ke Siantar,"katanya.

Denny pun memaklumi, jika saat ini Wali Kota Siantar berstatus ODP (Orang Dalam Pamantuan), namun dia menyebutkan, jika Walikota tetap bisa mengambil kebijakan untuk kebaikan masyarakat Kota Siantar.

"Pemko jangan diam aja atas persoalan ini, memang benar Wali Kota ODP, tapikan bukan berarti kebijakan untuk Siantar enggak ada, diakan bisa melakukan teleconfrens seperti yang kemarin, malah dia bisa live streaming hari ini, kenapa tidak itu dilakukan dari kemarin,"katanya.

Denny pun membandingkan Wali Kota Siantar dan Bupati Simalungun. Denny mengharapkan agar Wali Kota Siantar, lebih pro aktif  seperti yang dilakukan oleh Bupati Simalungun.

"Engga ada yang salahkan, kalau kita belajar dari orang lain, ayolah saya mengharapkan agar Wali Kota dan Pemko Siantar, lebih pro aktif seperti yang dilakukan oleh Bupati dan Pemkab Simalungun,"harapnya.

Penulis: tom. Editor: gun.