HETANEWS

3389 Orang Terdampak Ekonomi Akibat Pandemi Corona di Pematangsiantar

Stiker imbauan yang ditempel di pintu masuk Posko Covid 19 di Pematangsiantar

Siantar, hetanews.com - Terdata sebanyak 3389 orang di Pematangsiantar terkena dampak ekonomi akibat pandemi virus corona. Data tersebut dikirim Dinsos P3 A Pematangsiantar ke Dinas Sosial Provinsi. 

"Kemarin pukul 14. 00 WIB siang sudah kita kirim datanya ke Dinsos Provinsi," ujar Koordinator T3SK, Armansyah Nasution ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/4/2020). 

Dinas Sosial Pemprovsu melalui surat tertanggal 31 Maret, sebelumnya meminta data masyarakat yang terdampak ekonomi akibat wabah Covid 19 selambat lambatnya pada 1 April pukul 14.00 WIB. 

Data masyarakat boleh dari DTKS maupun diluar DTKS [Data Terpadu Kesejahteraan Sosial]. Di Pematangsiantar pendataan tersebut dilakukan oleh RT dan pihak kelurahan.

"Kita hanya menerima data dari pihak kelurahan. Kita himpun, kemudian kita kirim ke Dinas Sosial provinsi," ungkapnya. 

Kecamatan Marihat mencatat jumlah tertinggi orang yang terkena dampak ekonomi yakni 1006 orang. Sementara paling rendah jumlah yang terdampak adalah Kecamatan Marimbun dengan jumlah 186 orang. 

"Harapan kita data tersebut bukan penerima bantuan sosial. Sebab data tersebut tidak kita verifikasi baik yang terdaftar di DTKS maupun tidak DTKS," jelasnya. 

Kategori warga yang terdampak ekonomi akibat wabah virus Corona di Pematangsiantar dalam data, kata Armansyah, diantaranya pemilik warung kecil, kedai kopi, tukang pijat dan buruh harian lepas.

"Sejauh ini kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Sosial Sumut. Apakah ke depan akan ada bantuan kita belum tahu. Kita disuruh hanya melakukan pendataan saja," ujarnya.

Penulis: gee. Editor: edo.