HETANEWS.COM

3.160 Tewas, Presiden Iran Ingatkan Krisis Corona Bisa Sampai Tahun Depan

Iran, hetanews.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan bahwa perjuangan memerangi virus Corona (COVID-19) bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan hingga tahun depan. Peringatan ini disampaikan saat otoritas Iran melaporkan 124 kematian akibat virus Corona dalam sehari.

Jumat (3/4/2020), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengumumkan 124 kematian baru dalam sehari, yang menjadikan jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di Iran mencapai 3.160 orang.

Dalam pengumumannya, Jahanpour juga menyebut adanya 3.111 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total 50.468 kasus virus Corona kini terkonfirmasi di Iran.

Diumumkan juga oleh Jahanpour bahwa sejauh ini sudah 16.711 pasien virus Corona yang dinyatakan sembuh di Iran.

Iran berjuang mengatasi pandemi virus Corona sejak kasus pertama dilaporkan pada 19 Februari lalu. Setelah berminggu-minggu menahan sikap untuk tidak memberlakukan lockdown atau langkah karantina wajib, otoritas Iran pekan lalu memutuskan melarang seluruh perjalanan antarkota hingga 8 April mendatang.

Hingga kini, tidak ada lockdown secara resmi yang diberlakukan di kota-kota Iran. Meskipun pemerintah Iran berulang kali mengimbau warganya untuk tetap di rumah demi membatasi penyebaran virus Corona.

Dalam rapat kabinet pada Kamis (2/4) waktu setempat, Presiden Rouhani memperingatkan bahwa tidak ada cara cepat untuk mengatasi krisis yang dipicu pandemi virus Corona.

"Virus Corona bukan sesuatu yang bisa kita tentukan tanggalnya dan mengatakan virus itu akan sepenuhnya hilang pada tanggal itu," ucap Presiden Rouhani.

"Virus ini mungkin akan bersama kita dalam beberapa bulan ke depan, atau hingga akhir tahun," sebutnya merujuk pada akhir tahun Persia yang jatuh pada Maret 2021 mendatang.

Ditambahkan Presiden Rouhani bahwa Iran harus tetap waspada dan lebih banyak pembatasan yang harus diberlakukan.

Otoritas Iran telah menutup sekolah dan universitas hingga awal April. Empat situs penting bagi kaum Syiah di negara ini, termasuk kuil Fatima Masumeh di Qom, juga ikut ditutup sementara. Setiap warga Iran juga diimbau tidak bepergian. Salat Jumat ditiadakan sementara dan gedung parlemen ditutup.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!