HETANEWS

Simalungun Sudah Buat Kebijakan Bantu Warganya, Siantar Kapan?

Kantor PDAM Tirtauli.(Foto/Net)

SIANTAR - Pandemi Covid 19 yang masuk ke Sumatera Utara turut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat kota Siantar dan Simalungun.Dimana beberapa masyarakat kota Siantar dan Simalungun berharap perhatian penuh dari Pemdanya dengan semakin terpuruk nya perekonomian masyarakat. 

Hal itu akhirnya mendapatkan jawaban dari Pemkab Simalungun, dimana Pemkab Simalungun menggeratiskan pembayaran penggunaan air kepada masyarakat selama tiga bulan untuk pembayaran dibawah Rp 60 ribu.

Salah seorang masyarakat yang mengaku bermarga Siahaan yang tinggal di Simpan dua yang pekerjaan keseharian berjualan di pajak horas sangat berharap kepada Pemko Pematangsiantar agar memberikan perhatian penuh seperti yang di lakukan pemerintah Kabupaten Simalungun yang menggeratis kan biaya pembayaran air. 

"Saya juga berharap lah kepada Pemko Siantar memberikan perhatian kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan pemkab Simalungun yang menggeratis kan biaya air. Kita tidak meminta gratis maunya adalah potongan 50 persen karena dengan virus corona ini penghasilan kami drop 70 persen," harap nya kepada pemerintah kota Pematangsiantar. 

Hal senada disampaikan Habibi salah seorang pengusaha kedai kopi di jalan M.H Sitorus juga berharap adanya kebijakan pemerintah kota Pematangsiantar akibat virus Covid 19 ini perekonomian masyarakat sangat turun drastis. 

"Saya secara pribadi selaku pedagang kopi akibat dari penyebaran virus Covid 19 ini penghasilan sangat turun drastis belum lagi jam bukanya juga berkurang. Jadi maunya adalah kebijakan dari Pemerintah Kota Pematangsiantar," ujar nya. 

Dia juga menambahkan kalau berita yang dia baca bahwa di beberapa daerah sangat memperhatikan masyarakat. Dia juga mengambil salah satu contoh daerah yang melakukan kebijakan untuk masyarakat yaitu daerah kabupaten Simalungun. 

"Tidak usah jauh-jauhlah di Kabupaten Simalungun saja sudah melakukan kebijakan seperti penggeratisan pembayaran air. Maunya Pemko siantar juga melakukan hal yang sama lah. Apa lagi kami pengusaha kedai kopi ini kan sangat rentan menggunakan air kita tidak meminta gratis lah setidaknya ada lah keringanan seperti memberikan diskon pembayaran 50 persen," ujarnya sembari mengatakan kalau sampai saat ini belum adalah kebijakan yang tampak kepada masyarakat yang di lakukan Pemko. 

Terpisah, Rosliana Sitanggang selaku Humas PDAM Tirtauli kota Pematangsiantar saat di konfirmasi media ini mengatakan  belum ada surat dari Pemko.

"Belum ada surat dari waliko selaku pemilik jadi kita mana bisa asal mengeluarkan surat," ujarnya sembari menyarankan agar menanyakan langsung ke walikota. 

Humas protokoler Pemko Siantar Mardiana saat dikonfirmasi media ini mengatakan masih dalam tahap pembahasan. Karena walikota masih status ODP.

"Pak wali kan lagi status ODP jadi belum bisa datang untuk membahas nya. Secepatnya kita akan lakukan pembahasan terkait ini," ujarnya. 

Penulis: tom. Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.