HETANEWS

JPU Dakwa 3 Pembunuh Hakim PN Medan Jamaluddin Hukuman Mati

Majelis Hakim PN Medan menyidangkan terdakwa pembunuh Hakim Jamaluddin secara online, Selasa (31/3/2020). (Foto: Antara)

Medan, hetanews.com - Ketiga terdakwa pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin, terancam dihukum mati. Hal ini disampaikan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang yang digelar secara online di ruangan Cakra PN Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (31/3/2020).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan Parada Situmorang mengatakan, motif dari pembunuhan itu masalah rumah tangga yang tidak akur. Korban Jamaluddin dengan terdakwa Zuraida Hanum (41), sering cekcok.

Pertengkaran yang sering terjadi antara dirinya dan sang suami membuat terdakwa Zuraida meminta bantuan kepada terdakwa M Jefry Pratama (42) dan M Reza Fahlevi (28). Keduanya diminta untuk membunuh Jamaluddin.

JPU mengatakan, korban Jamaluddin dihabisi di dalam rumahnya Kompleks Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Medan Johor, Kota Medan, tanggal 29 November 2019 sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban tersebut dibunuh dengan cara dibekap bagian hidung dan mulut korban dengan menggunakan kain sarung bantal. Korban yang lemas akhirnya meninggal dunia.

Selanjutnya, terdakwa membuang korban di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (29/11/2019).

"Korban ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan, jenazah Jamaluddin sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang," kata JPU.

JPU menjelaskan, jenazah korban kemudian diautopsi di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11/2019) malam, sebelum dibawa ke Nagan Raya, Aceh untuk dimakamkan pada Sabtu (30/11/2019). Berdasarkan hasil autopsi, polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan.

Penyelidikan yang dilakukan polisi kemudian mengarah kepada Zuraidah, Jefri dan Reza. Ketiganya diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, yang telah melakukan pembunuhan berencana. "Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUH Pidana. Ketiga terdakwa tersebut terancam hukuman mati," kata JPU.

Sidang perdana menggunakan video conference online dipimpin Majelis Hakim PN Medan diketuai Erintuah Damanik, dengan hakim anggota Dahlia Panjaitan dan Imanuel Tarigan. Sidang dilanjutkan pada Selasa depan (7/4/2020) untuk pemeriksaan terdakwa dan sejumlah saksi-saksi.

Sementara JPU dari Kejari Medan, yakni Parada Situmorang (Ketua Tim), Rambo Sinurat, Chandra Naibaho, M Yusuf, dan Mirza Erwinsyah.

Pada sidang tersebut, ketiga terdakwa tetap berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Medan. Sementara JPU dan Majelis Hakim di ruangan sidang di PN Medan.

Pemberlakuan sidang secara online dilakukan agar lebih efisien dan juga untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang sedang mewabah saat ini.

sumber: iNews.id

Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.