HETANEWS

Patungan Beli Sabu, Hukuman Iswanto dan M Ihsan Dinaikkan Hakim PN Simalungun

Dua terdakwa dikawal petugas saat disidangkan dari Lapas secara online, dengan hakim di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa, Iswanto als Plento (32) dan M Ihsan  (18), warga yang sama, di Huta I Bahapal, Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, masing - masing divonis 5 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 3 bulan penjara.

Putusan hakim yang dibacakan ketua majelis, Hendrawan Nainggolan, didampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting tersebut, melalui sidang online, di PN Simalungun, Selasa (31/3/2020), lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, kedua terdakwa dituntut 4 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara, oleh jaksa Indri Wirdya SH. Keduanya dinyatakan terbukti memiliki sabu 0,02 gram (bruto).

Menurut hakim, kedua terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum, memiliki narkotika golongan I.

Kedua terdakwa ini, diamankan Polsek Serbelawan, saksi Anggi Afrianes dan Wayan Masiran, pada Selasa, 15 Oktober 2019 lalu, di rumah terdakwa Plento.

Disaksikan pangulu, petugas menyita sepaket sabu, bong, kaca pirex, mancis dan jarum suntik dari bawah tikar.

Sepaket sabu, diakui para terdakwa, dibeli secara patungan, masing - masing Rp30 ribu.

Sedangkan Rp40 ribu lagi, ngutang dari Arie Botang (DPO) sebagai orang yang menjual sabu kepada kedua terdakwa.

Atas putusan hakim, kedua terdakwa didampingi pengacara, Nopri Silaban dan juga jaksa, menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menerima ataupun banding.

Persidangan dibantu panitera, Jonni Sidabutar, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.