HETANEWS

Perempuan Indonesia di Australia Menikah Dengan Dihadiri Hanya Tiga Orang, Karena Aturan Ketat Terkait Corona

Devina dan Chris menikah hanya dengan dihadiri tiga orang lainnya, mengikuti aturan pemerintah terkait pandemi virus corona. Foto: Koleksi pribadi, Amelinda Devina

Hetanews.com - Pernikahan yang didambakan kebanyakan pasangan adalah meriah dan yang paling penting dihadiri orang-orang yang paling disayangi. Tapi pasangan yang satu ini hanya melakukannya berdua dengan dua orang saksi dan satu penghulu.

Amelinda Devina asal Indonesia dan Christopher William Kelly membayangkan pernikahan mereka akan dihadiri oleh ratusan orang tamu. Akibat pandemi virus corona, Pemerintah Australia hanya memperbolehkan lima orang yang hadir dalam pernikahan, termasuk pasangan pengantin.

Upacara pernikahan berlangsung pada pukul 4 sore di gereja St Mary of the Angels Basilica, Geelong, sekitar satu jam menyetir dari kota Melbourne. Pernikahan Amelinda dan Chris kemudian disiarkan online melalui akun Facebook milik adik Chris, yang disaksikan oleh sekitar 20 penonton.

"Weird [atau aneh] karena vibe [suasananya] berbeda ketika kakak saya menikah," kata Devina kepada Natasya Salim dari ABC News

Menikah di Australia saat pandemi virus corona hanya boleh dihadiri pasangan pengantin, dua saksi dan satu penghulu.
 Foto: Koleksi pribadi, Amelinda Devina

Saat kakaknya menikah, Devina mengaku suasananya sedih dan haru, berbeda dengan apa yang ia rasakan.

"Saya tidak [merasa] haru bagaimana, tapi tetap merasakan so empty [atau kekosongan] karena gedung gerejanya juga besar."

Namun Devina mengaku jika perasaan kecewa dan sedih hilang ketika mereka menerima sambutan dari pihak keluarga yang telah menunggu di depan gedung gereja.

"Saya senang karena begitu keluar dari gereja ada keluarga yang sudah menunggu di luar," katanya.

"Ibu saya sudah ada di Facetime [telepon lewat video] juga. Semuanya berakhir dengan baik karena hari itu cerah dan kami bisa berfoto dan have fun [bersenang-senang]."

Devina dan Chris sudah mempersiapkan pernikahan mereka selama setahun. Mereka sebenarnya memiliki pilihan untuk mengganti tanggal pernikahan, tapi menolak melakukannya.

"[Pihak] gereja sempat bicara sama saya apakah saya mau cancel [membatalkan] atau tidak karena banyak banget yang cancel ke tahun depan atau akhir tahun," kata Devina ketika diwawancarai ABC via telepon.

"Kalau mundur lebih ke arah tidak tenang, tidak enak. Kok kayaknya mundur lagi dan mundurnya belum tahu lagi sampai kapan," ujarnya yang memutuskan untuk tetap melaksanakan pernikahan sesuai jadwal.

Rias wajah dan keriting rambut sendiri

Foto: Koleksi pribadi, Amelinda Devina

Kebijakan Pemerintah Australia yang mengatur jumlah orang dalam satu gedung untuk tidak melebihi 100 orang mempengaruhi persiapan Devina beserta suami, termasuk juga beberapa pihak yang terlibat. Mereka terpaksa membatalkan tempat yang tadinya akan digunakan untuk pesta pernikahan, termasuk juga katering dan tata rias.

Untungnya Devina mengatakan vendor yang sudah mereka pesan tidak meminta biaya tambahan, karena pembatalan disebabkan oleh pandemi virus. Akibatnya, Devina pun harus mendandani dirinya sendiri, tanpa bantuan penata rias.

"[Saya] make up sendiri, pakai fake eyelashes [bulu mata palsu], eyeliner, dan rambut juga saya keriting sendiri," ujarnya yang meminjam pengeriting rambut dari mertuanya.

"Bridesmaid [atau pengiring pengantin] saya datang hanya untuk membantu membenarkan alis saya."

Tapi Devina merasa beruntung karena telah mendapatkan gaun pengantinnya yang diproduksi oleh perusahaan di China. China sempat memberhentikan beberapa pengiriman barang, termasuk ke toko dimana ia memesan baju pengantinnya.

"Gaun itu sudah saya dapatkan dari bulan Januari. Saya melihat beberapa calon pengantin lain di grup Facebook yang membeli di toko yang sama namun belum menerima barangnya," katanya.

Bertahan karena dukungan

Upacara pernikahan disiarkan langsung lewat Facebook, sehingga keluarga dan teman terdekat Devina dan Chris tetap bisa menyaksikan.
 Foto: Koleksi pribadi, Amelinda Devina

"Senang-lah, meskipun beberapa orang yang menonton saya tidak kenal. Kami tidak menyangka itu terjadi. Tapi saya merasa dihargai walaupun pertemuan fisik harus diganti ke virtual," kata Devina.

"Ini konsekuensi yang harus saya terima karena tetap go on [melangsungkan pernikahan] di tengah wabah virus corona."

Pernikahan keduanya tentu tidak akan pernah dilupakan, tidak saja karena menjadi momen bahagia dalam hidup, tapi juga di saat dunia sedang bertarung melawan virus corona. Selamat atas pernikahannya, Devina dan Chris!

Sumber: abc.net.au

Editor: tom.