HETANEWS

Pandemi Corona: Dosen-Dosen Ini Sukses Menulis Buku Teaching From Home Dalam Seminggu

Cover Buku Teaching From Home.

Medan, hetanews.com - Teaching From Home (TFH) adalah istilah yang digunakan untuk aktivitas pengajaran jarak jauh yaitu mengajar dari rumah.

Kenapa mengajar dari rumah? Ini dilakukan dalam waktu-waktu tertentu atau kondisional, seperti yang terjadi saat ini, yaitu pandemi Corona.

Janner Simarmata adalah inisiator dalam penulisan buku ini. Dia meminta agar teman-teman dosen, mau menuliskan fenomena yang terjadi pada akhir - akhir ini, apalagi dengan berlakunya bekerja dari rumah (Working from Home) memaksa dosen-dosen harus mengajar dari rumah dan secara daring.

“Memang karena pandemi corona, di mana seluruh instansi tak terkecuali pendidikan/kKampus harus meliburkan mahasiswanya (tatap muka), sedangkan proses belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring,” ucap dosen FE Unimed ini.

Buku ini berjudul “Teaching From Home: dari Belajar Merdeka menuju Merdeka Belajar” dan ditulis mulai tanggal 19-25 Maret, setelah melalui proses editing, lalu buku ini didaftarkan ke Perpusnas, melalui Penerbit Yayasan Kita Menulis, akhirnya buku ini terbit pada 31 Maret,” kata Janner, Selasa (31/3/2020), di Medan.

Selain ditulis oleh 19 penulis dari berbagai Universitas, buku ini juga mendapatkan apresiasi dari Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya, S.E., S.Kom., MS.IEC dan sekaligus memberikan kata pengantar buku ini.

“Dalam kata pengantarnya, Prof. Ridwan menyampaikan, banyak kampus atau sekolah yang sebelumnya cukup nyaman dengan pembelajaran tatap muka dibuat kocar-kacir tidak berdaya,” katanya.

Karena tidak pernah menyiapkan rencana cadangan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, salah satunya ketika sekolah dipaksa tidak bisa bertatap muka secara langsung.

“Berbagai reaksi muncul dalam menyikapi hal tersebut, ada yang langsung siap mengalihkan menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring), ada yang baru bergegas mempersiapkan infstruktur, ada pula yang mencari-cari cara yang cepat dan mudah untuk menyampaikan materi ke anak-anak didiknya, atau bahkan ada yang hanya sekedar memberi tugas secara beruntun seperti tidak pernah ada akhirnya,” sambung Prof. Ridwan.

Tidak ada yang sulit sama sekali untuk dilakukan, karena dunia pendidikan juga bukanlah entitas yang masing-masing berdiri sendiri. Buku Teaching From Home: dari Belajar Merdeka menuju Merdeka Belajar adalah salah satunya.

“Kolaborasi dari 19 penulis mempunyai niat luhur untuk sama-sama mencerahkan, mencari solusi, dan memperkuat dunia pendidikan melalui sudut pandang, ide, strategi, maupun pemikiran yang beragam. Semoga buku ini dapat menjadi salah satu referensi Anda dalam mengambil keputusan yang akan berpengaruhi bagi masa depan dunia pendidikan di Indonesia,” tutupnya.

Berikut adalan nama-nama penulis buku Teaching From Home: dari Belajar Merdeka menuju Merdeka Belajar, Rini Mastuti, Syarif Maulana, Muhammad Iqbal, Annisa Ilmi Faried, Arpan, Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan, Jamaludin, Alexander Wirapraja, Didin Hadi Saputra, Sugianto, Jamaludin, Fatimah Nur Arifah, Windawati Pinem, Agung Purnomo, Lenny Menara Sari Saragih, Darmawan Napitupulu, Puji Hastuti, Tasnim, Noverita Sprinse Vinolina.

Janner juga berharap, semoga buku ini menjadi literasi untuk dibaca karena Merdeka Belajar termasuk salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Penulis: tim. Editor: gun.