HETANEWS

Virus Corona: China Akan Lakukan Apa Pun untuk Lempar Kesalahan

Sebuah bendera Partai Komunis China ditampilkan di sebuah pameran yang menampilkan kemajuan China dalam lima tahun terakhir, di Pusat Pameran Beijing pada tanggal 10 Oktober 2017. Foto: AFP/Getty Images/Wang Zhao

Hetanews.com - Jangan salah mengartikan pesan yang berbeda sebagai perpecahan di dalam partai. Pada 22 Maret 2020, Axios on HBO mengudarakan wawancara dengan Cui Tiankai, Duta Besar China untuk Amerika Serikat.

Wawancara itu dilakukan hampir sepekan sebelumnya, di mana Cui menegaskan kembali pernyataan 9 Februari bahwa menyebarkan teori konspirasi yang berkaitan dengan virus corona adalah “gila” dan “sangat berbahaya”.

Cui merujuk (meskipun secara tidak langsung) klaim COVID-19 dikembangkan di laboratorium militer, mungkin di Amerika Serikat yang dipromosikan oleh sesama pejabat China.

Dia tampaknya secara khusus menjauhkan diri dari konspirasi yang baru-baru ini disuarakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA), militer AS mungkin telah membawa virus corona ke China, dan membalas, “Saya tidak memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan pandangan semua orang kepada Anda.”

Pernyataan itu memicu spekulasi tentang kemungkinan perpecahan atau pertengkaran di dalam MFA: antara Cui yang dihormati dan rekannya, Zhao Lijian dan Hua Chunying, keduanya juru bicara MFA.

Zhao dan Hua telah mencuit, Amerika Serikat mungkin menjadi sumber virus corona, dan dengan demikian target yang tepat untuk semua kesalahan terkait virus corona, dilansir dari Foreign Policy.

Sebagai contoh, Bloomberg menulis pada 22 Maret 2020: “Perbedaan publik seperti itu jarang terjadi di antara para pejabat China yang terkenal karena kemampuan mereka untuk berpegang erat pada garis resmi Partai Komunis”, dan mengutip pengamat lain yang menyebut Cui “profesional” dan “orang yang dewasa” yang kata-katanya harus dianggap sebagai representasi otoritatif dari posisi MFA yang sebenarnya.

Namun, pernyataan tidak ada konsensus kepemimpinan di dalam Partai Komunis China (PKT) untuk menyebarkan narasi konspirasi salah dipahami, tulis David Gitter, Sandy Lu, dan Brock Erdahl di Foreign Policy.

Memang, terlepas dari pergantian Zhao ke nada konsiliasi, yang seharusnya difokuskan pengamat adalah inti pesan yang konsisten yang datang dari semua saluran resmi dan propaganda Beijing, termasuk Cui: pertanyaan tentang sumber virus adalah pertanyaan ilmiah yang mengharuskan pendapat ilmiah dan pakar, bukan AS atau pejabat asing lainnya.

Tidak ada satu pun ahli epidemiologi terkemuka yang menunjukkan bukti, virus corona datang dari tempat lain selain China, dan dokter Italia telah secara terbuka membantahnya.

Ini penting karena dengan secara permanen atau sementara, menyuntikkan keraguan ke dalam asal-usul virus corona melalui pertanyaan itu, Beijing berharap untuk lolos dari kesalahan atas terlambatnya lockdown pada Desember 2019 dan Januari 2020, yang menghabiskan waktu berharga dunia untuk mengumpulkan sumber daya dan menciptakan strategi penahanan yang berpotensi berhasil.

Untuk memahaminya bagaimanapun, membutuhkan pembedahan komprehensif narasi China yang berkembang tentang asal-usul virus corona sejak Februari 2020, yang mengungkapkan pendekatan dua cabang yang bertujuan mengarahkan kesalahan dari China dan menabur kebingungan dan perselisihan di antara para kritikus China karena tanggapan awalnya, lanjut David Gitter, Sandy Lu, dan Brock Erdahl.

Seorang pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung mengangkut tangki oksigen di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Kota Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru di Provinsi Hubei, China, 16 Februari 2020.
Foto: Reuters/China Daily

Beijing pertama kali mulai meningkatkan studi dan pernyataan yang dibuat oleh para ilmuwan untuk memajukan klaim, virus corona mungkin berasal dari luar China pada akhir Februari 2020.

Penelitian pertama yang menawarkan amunisi untuk upaya ini diterbitkan pada 20 Februari di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Institut Penelitian Otak China. Disimpulkan, pasar makanan laut Wuhan mungkin bukan sumber virus corona.

Satu minggu kemudian, People’s Daily adalah yang pertama yang meragukan pasar Wuhan sebagai tempat asal virus tersebut, hingga meragukan China sebagai negara asal.

“Zhong Sheng” yang komentar-komentarnya yang kasar secara kolektif ditulis dalam perwakilan People’s Daily untuk urusan luar negeri, menulis pada 28 Februari 2020, menentukan asal penyakit sangat “sulit” dan virus corona “belum tentu berasal dari China.”

Pada hari yang sama, seorang reporter CGTN tampaknya mencari-cari poin pembicaraan lebih lanjut pada konferensi pers untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan menanyakan kemungkinan virus itu berasal dari luar China.

Pertanyaan itu meminta balasan dari Michael Ryan, Direktur Eksekutif untuk Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, “penyakit dapat muncul di mana saja. Virus corona adalah fenomena global.”

Walau pernyataan dokter itu merujuk penyakit secara luas, kutipan itu tidak hanya dirujuk oleh Zhong Sheng pada 20 Maret 2020, tetapi juga dibingkai untuk mendukung narasi virus corona bisa muncul di mana saja.

Dari 4 hingga 9 Maret 2020, MFA membuka saluran otoritatif kedua untuk menjauhkan China dari bencana global yang sedang tumbuh, ketika juru bicara MFA-nya dalam konferensi pers dan akun Twitter individu (tetapi dikontrol Beijing) mengklaim, asal-usul wabah virus corona saat ini belum ditentukan.

Pada saat inilah pejabat AS mulai membalas. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut virus corona sebagai “virus Wuhan”. Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien bersikap blak-blakan, menunjukkan “daripada menggunakan praktik terbaik, wabah di Wuhan ini ditutup-tutupi,” dikutip Foreign Policy.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam pidato yang disiarkan secara nasional wabah ini “dimulai di China dan sekarang menyebar ke seluruh dunia.”

Pada 11 Maret 2020, PKC menemukan pijakan penuh, dan garis propaganda resmi tentang asal-usul virus corona mengkristal ketika juru bicara MFA Geng Shuang mengatakan dalam konferensi pers rutin: “Mengenai pertanyaan tentang asal-usul virus corona, ini adalah pertanyaan ilmiah yang membutuhkan mendengarkan pendapat ilmiah dan pakar.”

Itu terus diulang selama beberapa minggu mendatang hampir kata demi kata. Bagi orang luar, itu mungkin hanya dibaca sebagai mempertanyakan kisah pasar hewan Wuhan, tetapi itu adalah sinyal yang jelas untuk mulai mengaburkan asal-usul virus corona, Foreign Policy melaporkan.

Pada 12 Maret 2020, Beijing meluncurkan taktik paling bombastis: menyalahkan Amerika Serikat secara langsung atas wabah virus corona. Yang pasti, konspirasi rencana AS untuk melemahkan China adalah fitur rutin dari internet China.

Namun kali ini MFA sendiri adalah sumbernya. Zhao melepaskan badai tweet yang menuduh Tentara AS membawa virus ke Wuhan pada Oktober.

Mungkin karena pemanggilan Cui oleh Departemen Luar Negeri AS untuk memperingatkan China agar tidak mendorong konspirasi asal AS lebih lanjut, juru bicara MFA membatalkan teori konspirasi mereka selama seminggu.

Pada 20 Maret, MFA kembali melakukan hal itu, kali ini menebarkan kebingungan baru dengan menjalin pertikaian yang berbeda antara AS-China. Hari itu, baik Zhong Sheng maupun Geng mengulangi kalimat resmi, “asal-usul virus adalah pertanyaan ilmiah yang mengharuskan mendengarkan pendapat ilmiah dan pendapat pakar.”

Geng melangkah lebih jauh, menambahkan masalah baru, Amerika Serikat mengusir wartawan China untuk “menghalangi dunia luar agar tidak mendapatkan informasi tentang situasi epidemi Amerika Serikat.” Zhao dan Hua membangun narasih ini di Twitter pada hari yang sama.

Warga China merespons virus corona di Weibo dengan reaksi beragam, baik marah, mengkritik, atau berusaha memplesetkannya dalam komedi.
Foto: SCMP

Seiring MFA terus mendorong apa yang disebut sebagai sifat ilmiah dari pertanyaan asal mula wabah, pada 22 Maret 2020 media milik pemerintah meluncurkan penjelasan lain yang mudah untuk virus corona: Mungkin itu berasal dari Italia!

Ini penting karena mengungkapkan, Beijing akan mengalihkan kesalahan dari China ke mana saja di dunia, bukan hanya Amerika Serikat, dilansir dari Foreign Policy.

Dan ya, pada 17 Maret 2020, Cui dengan sopan mengatakan, “Mengapa tidak membiarkan para ilmuwan kita melakukan pekerjaan profesional mereka sendiri dan akhirnya memberi kita jawaban?”

Cui juga menyatakan, “Anda bisa mencoba menafsirkan pernyataan orang lain. Saya tidak dalam posisi ini, dan saya tidak memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan pandangan semua orang kepada Anda.” Ini adalah penghindaran dari konspirasi di atas, bukan bantahan.

Sebagai kesimpulan, ketika melihat pernyataan Cui dalam konteks dan membandingkannya dengan pernyataan resmi Beijing tentang pertanyaan tentang asal-usul virus corona, menjadi jelas pernyataannya melengkapi pernyataan Zhao dan Hua, alih-alih membantahnya.

PKC sebenarnya tidak berharap untuk meyakinkan dunia, virus itu mungkin telah dimulai di Amerika Serikat, atau Italia, dalam hal ini.

Namun China benar-benar merasa perlu untuk menumpulkan dan melemahkan upaya Washington untuk menunjukkan peran awal China dalam membiarkan virus corona menyebar, kenyataan yang menghancurkan bagi upaya Beijing untuk menggambarkan dirinya sebagai kekuatan global yang bertanggung jawab, dan berpotensi merusak di dalam negeri jika pendapat internasional itu merembes kembali ke daratan China.

Inilah sebabnya mengapa anggota Politbiro Yang Jiechi mengeluarkan ancaman langka dan otoritatif dari “serangan balik” politik terhadap Amerika Serikat selama panggilan telepon ke Pompeo pada 16 Maret 2020, menyiratkan jika Washington melanjutkan serangannya terhadap Beijing atas virus corona, China akan melawan balik.

Dengan membiarkan Zhao dan Hua memperkeruh perdebatan tentang asal-usul virus corona, kepemimpinan China berharap pusat gravitasi wacana dapat ditarik dari menyalahkan Beijing untuk bencana global saat ini, menjadi jalan tengah: Biarkan para ilmuwan khawatir tentang asal virus saat ini, lapor Foreign Policy.

Ketika Zhao dan Hua berperan sebagai tokoh jahat, Cui (perwakilan utama Beijing di Washington) dapat dipahami berperan sebagai tokoh baik. Pada akhirnya, Cui, juru bicara MFA, dan People’s Daily semuanya konsisten dalam mendorong tujuan tunggal: kebingungan.

Satu yang pasti, Beijing mungkin memutuskan, pesan ini kontraproduktif dan berusaha mendinginkannya. Namun untuk sekarang, konspirasi yang gegabah dan diplomat yang berbicara lancar semuanya bekerja di bawah perintah yang sama: mengalihkan kesalahan dari PKC untuk bencana kesehatan global terbesar saat ini.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.