HETANEWS

Merawat Kewaspadaan dan Ketenangan di Tengah Pandemi Covid-19

Kewaspadaan sebagai reaksi alami manusia dalam menghadapi ancaman perlu dijaga agar tidak terjatuh ke dalam rasa takut. Kewaspadaan dalam menghadapi wabah Covid-19 membuat manusia mencoba menghindar agar tidak terinfeksi. Kewaspadaan menghasilkan pemikiran logis, rasional, dan jernih untuk bisa menghindar. Bentuk kewaspadaan yang paling sederhana yang bisa dilakukan dalam menghadapi Covid-19 adalah tinggal di rumah dan jaga jarak dengan orang lain.

Sikap waspada juga bisa ditularkan kepada orang lain sehingga orang di sekitar juga ikut menjadi waspada dengan cara menyebarkan informasi dan imbauan yang diperlukan. Imbauan mengubah Covid-19 yang tadinya dianggap bukan ancaman menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Imbauan untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak perlu terus dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Imbauan tersebut dapat dimulai dari keluarga yakni masing-masing anggota keluarga terus mengingatkan agar untuk sementara tinggal di rumah dan menjaga jarak. Kemudian kepada tetangga, teman, lingkungan RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya, Kabupaten, Provinsi sampai Negara semua membangun kewaspadaan bersama dalam bentuk yang paling sederhana yakni tinggal di rumah dan jaga jarak.

Kewaspadaan perlu dijaga agar tidak jatuh ke dalam rasa takut dan berubah menjadi kepanikan. Namun, kondisi waspada yang terus-menerus dapat membuat otak lelah sehingga kehilangan kemampuan berpikir jernih yang membuat kewaspadaan jatuh ke dalam rasa takut.

Pada dasarnya rasa takut dan kewaspadaan memiliki pola reaksi fisik yang sama pada tubuh ketika menghadapi ancaman yakni jantung berdebar dan tubuh menjadi siaga untuk menghadapi ancaman namun yang berbeda adalah pada kemampuan berpikir. Ketika waspada, maka otak mampu berpikir jernih; kebalikannya pada rasa takut, maka otak akan kehilangan kemampuan berpikirnya.

Rasa takut akan mengakibatkan kepanikan, yakni sebuah penyaluran energi dalam menghadapi ancaman tanpa disertai oleh pemikiran yang jernih. Kepanikan ini suatu yang sangat berbahaya karena sama halnya dengan waspada, kepanikan juga bisa ditularkan ke orang lain sehingga orang di sekitar juga bisa ikut menjadi panik.

Ketakutan bersama bisa menghasilkan kepanikan massal. Apabila ini yang terjadi, maka bisa menghasilkan kekacauan. Satu-dua orang merasa takut, maka masih bisa ditenangkan. Namun masyarakat yang dipenuhi rasa takut akan sangat mudah berubah menjadi panik sehingga tercipta kekacauan massal. Masyarakat yang panik akan sangat sulit diatur karena kemampuan berpikir jernihnya sudah hilang, keteraturan untuk kepentingan bersama akan sulit untuk dibentuk.

Biasanya pemerintah akan melakukan tindakan yang keras untuk mengembalikan keteraturan --situasi yang tidak ingin kita hadapi bersama. Maka dari itu sangat penting untung menjaga kewaspadaan agar tidak terjatuh ke dalam rasa takut.

Risiko terbesar mengalami kelelahan karena terus-menerus dalam kondisi waspada tentu saja ada pada tenaga medis, termasuk tekanan karena menanggung risiko tertular Covid-19. Sehingga pemerintah dan elemen masyarakat harus betul-betul menjaga pola hidup dan keseimbangan kesehatan fisik serta psikologis tenaga medis agar tetap bisa menjaga kondisi kewaspadaannya dalam kondisi stabil, yakni agar tidak terlalu stres.

Pola hidup teratur dan memiliki waktu untuk meningkatkan ketenangan merupakan cara paling dasar untuk mengurangi kelelahan karena terus-menerus waspada dalam menghadapi ancaman. Ritme kehidupan harus dibuat seimbang mungkin bagi para tenaga medis agar bisa terus berjuang melawan Covid-19.

Selain kewaspadaan terhadap ancaman Covid-19, yang tidak kalah penting adalah kewaspadaan terhadap ancaman ekonomi. Bagi yang berkecukupan saja merasa cemas akan ancaman keuangan, apalagi bagi para pekerja informal yang perlu bekerja setiap hari untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Maka dari itu sangat penting menjaga dan memelihara kewaspadaan baik terhadap Covid-19 maupun terhadap ancaman ekonomi.

Tugas pemerintah untuk merumuskan strategi ekonomi guna menjaga kewaspadaan terhadap ancaman ekonomi agar kewaspadaan tidak berubah menjadi rasa takut yang mengarah kepada kepanikan yang bisa memberikan kerugian yang lebih besar baik dari aspek ekonomi maupun korban jiwa.

Ketenangan

Pola hidup ideal dalam menghadapi bencana seperti pandemi Covid-19 adalah menjaga kewaspadaan, merawat ketenangan. Tanpa ketenangan, maka kewaspadaan akan mudah terjatuh ke dalam rasa takut apabila terus-menerus merasa terancam. Oleh sebab itu pemerintah perlu berhati-hati dalam usahanya memberikan informasi yang terus-menerus mengenai ancaman Covid-19.

Setelah masyarakat melaksanakan imbauan untuk menjaga jarak dan tetap tinggal di rumah, maka berikutnya adalah meningkatkan ketenangan di dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan tercipta ketika semua bentuk atau usaha pencegahan yang berasal dari olah pikir dari kewaspadaan secara maksimal telah dilakukan untuk meminimalisasi risiko kerusakan dari ancaman Covid-19.

Ketenangan tidak akan tercipta dari rasa takut karena usaha apapun untuk mengantisipasi infeksi Covid-19 dirasa tidak akan cukup. Perasaan tidak pernah cukup dan tidak pernah merasa aman ini hadir karena kurangnya kemampuan berpikir jernih. Adanya kemampuan berpikir jernih menumbuhkan pemikiran pada diri sendiri bahwa usaha preventif atau pencegahan yang dilakukan sudah maksimal. Pemikiran inilah yang tidak ada apabila dikuasai oleh rasa takut. Ketenangan yang paling sederhana adalah apabila sudah terpenuhinya segala bentuk usaha pencegahan yang bisa dilakukan berdasarkan kewaspadaan.

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk merawat kewaspadaan dan ketenangan adalah kembali melakukan aktivitas biasa sehari-hari yang sifatnya terbatas, dan apabila memungkinkan melakukan aktivitas yang sifatnya produktif atau menghasilkan. Akan sangat baik bila bersifat ekonomi, meski tentu akan sangat sulit dengan kondisi serba terbatas, atau bisa juga menciptakan karya atau minimal dalam hal perawatan. Mulai dari perawatan diri sendiri kemudian perawatan anggota keluarga, perawatan rumah sampai terbatas pada perawatan lingkungan.

Melakukan aktivitas sehari-hari yang sifatnya rutin dan bertujuan merupakan cara yang paling ampuh untuk mengubah kewaspadaan menjadi ketenangan. Seperti menjaga lilin agar tetap menyala ketika dibawa, butuh kewaspadaan dan ketenangan.

sumber: detik.com

Editor: bt.