HETANEWS

68 Warga Langkat Dikarantina

Pengawasan di gedung karantina PKK Langkat di Stabat.

Langkat, hetanews.com - Hingga pagi ini masih sebanyak 68 warga Kabupaten Langkat yang pulang dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri kini mereka dikarantina di gedung PKK Kota Stabat, guna menghindari segala kemungkinan dalam rangka pemberantasan virus corona (COVID-19).

"Ada peningkatan dari sehari sebelumnya," kata juru bicara COVID-19 Kabupaten Langkat dr Arifin Sinaga MAP, di Stabat, Selasa.

"Saat ini ada 68 warga yang dikarantina selama 14  hari kedepan,  mereka baru kembali dari luar kota dan luar negeri. Kemungkinannya, jumlah ini akan terus bertambah dalam waktu dekat," ungkapnya.

"Melonjaknya jumlah tersebut, karena banyaknya warga yang pulang ke Langkat, untuk itu dianjurka bagi warga yang nantinya pulang dari luar kota dan negeri, untuk karantina dirumah dengan  melaksanakan ketentuan berlaku," katanya.

Yaitu, warga tersebut langsung melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat. Setelah diperiksa oleh dokter, warga tersebut dinyatakan Orang Tanpa Gejala (OTG), selanjutnya harus mengkarantinakan diri dirumah selama 14 hari, tanpa boleh keluar rumah. 

"Selama karantina dirumah, akan terus dipantau oleh petugas.Jadi jika menemukan gejala, akan langsung bisa dievakuasi untuk isolasi," ungkapnya.

Arifin menjelaskan warga yang dikarantina semuanya OTG yakni orang sehat. Mereka mendapatkan fasilitas dari Pemkab Langkat, berupa makan dan minum 3 kali sehari, tempat tidur, kamar mandi serta perlengkapannya, TV dan wi-fi. 

Untuk petugas karantina dilokasi karantina berjumlah 20 orang, terdiri dari 11 orang tenaga kesehatan, tiga orang petugas BPBD, satu orang petugas Tagana dan lima orang Polisi.  

"Mereka akan berjaga selama 24 jam menggunakan sip secara bergiliran, dengan dua dokter yang selalu siap mendampingi," katanya.

Saat masa karantina, warga juga diajak senam pagi sebagai upaya menjaga stamina tubuh, sebab dengan fisik yang selalu bugar akan membuat tubuh semakin sehat dan tidak rentan sakit.

Sumber: antaranews.com 

Editor: suci.