HETANEWS

UN Ditiadakan, Begini Penentuan Kelulusan Siswa di Pematangsiantar

Foto ilustrasi

Siantar, hetanews.com - Mendikbud membatalkan Ujian Nasional atau UN 2020. Pembatalan  melalui Surat Edaran atau SE Mendikbud No 4 Tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid 19. 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Rosmaya, menjelaskan jika penentuan kelulusan siswa SD dan SMP di Pematangsiantar mengikuti SE Mendikbud.

"Kita mengikuti regulasi yang diberikan Menteri pendidikan. Kita mengikuti acuan seperti dalam surat edaran tersebut," kata Rosmayana, Senin (30/3/2020). 

Sesuai dengan surat edaran, sambung Rosmayana, penentuan kelulusan jenjang SD sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir [kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 semester gasal]. Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sedangkan penentuan kelulusan jenjang SMP sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan

"SD tidak ada UN. Hanya Ujian Sekolah. SMP  USBN (Ujian sekolah berbasis nasional) mulai tanggal 6 April. Kalau ujian kenaikan kelas bulan Juni. Jadi sementara  ini UN ditiadakan lah," katanya.

Selain pembatalan UN 2020, walikota Hefriansyah juga memperpanjang masa belajar mandiri hingga 11 April 2020. Surat edaran Walikota No: 440/1611/III/2020 tertanggal 27 Maret itu, dilayangkan ke Kepala sekolah PAUD, SD, SMP serta Bimbingan belajar.

Baca juga: Pemko Pematangsiantar Perpanjang Masa Belajar Mandiri

Dikutip dari SE Mendikbud No 4 Tahun 2020, Ujian Sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini.

b. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/ataubentuk asesmen jarak jauh lainnya;

c. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh;

d. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan sebagai berikut:

1) kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan;

2l kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan; dan

3) kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / sederajat ' ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Baca juga: Orang Tua Siswa Diminta Awasi Anak Bukan Ajak Jalan jalan

Penulis: gee. Editor: edo.