HETANEWS.COM

Pembatasan Jam Belanja di Pasar Horas dan Dwikora Hanya Situasi Darurat

Pasar Horas Jaya Pematangsiantar.

Siantar, hetanerws.com - Pembatasan jam belanja di pasar tradisional, Pasar Horas Jaya dan Pasar Dwikora per 1 April 2020 tersiar ke para pedagang. Dipastikan pembatasan jam belanja tersebut hanya dilakukan dalam situasi darurat Covid 19 saja. 

"Sejauh ini belum ada upaya untuk praktik pembatasan jam belanja. Tidak ada. Itu tidak benar, sejauh ini pedagang masih beroperasi seperti biasanya," kata Direktur SDM PDPHJ, Imran Simanjuntak, Senin (30/3/2020).

Wacana pembatasan jam belanja di dua pasar tradisional itu, kata Imran, opsi terakhir jika darurat pandemi Corona Virus disease atau Covid 19 melanda Pematangsiantar. Saat ini PDPHJ mengimbau pedagang untuk meminimalisir kerumunan untuk memutus penyebaran Covid 19. 

"Pembatasan jam belanja itu upaya terakhir ketika kita memang betul betul Lockdown. Andai kedepannya terjadi, kita hanya menyediakan beberapa titik pasar terakhir untuk buka," jelasnya. 

Kabag Perekonomian Pemko Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung, mengatakan merebaknya wabah Covid 19 ke daerah daerah berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. 

"Otomatis daya beli menurun seiring adanya aturan pemerintah kepada warga untuk mengurangi jam keluar rumah atau Stay Home," ujar Legianto. 

Meski demikian sejauh ini belum ada wacana dari pemerintah untuk mengurangi jam belanja di pasar tradisional. Sebab, kata dia, pasar merupakan objek vital perekonomian masyarakat di Pematangsiantar. 

"Sampai sekarang kita belum ada mengeluarkan pernyataan atau imbauan untuk mengurangi aktivitas belanja di pasar tradisional. Yang ada cuma mengurangi kerumunan ditempat tempat keramaian," jelasnya. 

Sebagai informasi, sebelumnya sejumlah pedagang di pasar Dwikora mulai resah dengan adanya informasi pengurangan jam belanja yang akan diberlakukan  per 1 April 2020. Pengurangan jam belanja dikatakan untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona. 

Baca juga: Dampak Bila Pasar Tradisional Ditutup Sementara

Penulis: gee. Editor: edo.