HETANEWS

Jual Togel, Op. Fiki Dituntut 5 Bulan Penjara

Op. Fiki, di depan kamera penghubung menjalani persidangan secara online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa  Biser Sihombing als Op. Fiki (68), warga jalan Medan, Kelurahan Pondok Sayur, diancam 5 bulan penjara oleh jaksa Barry Sihombing,  Senin (30/3/2020).

Menurut jaksa, pria yang sudah berusia lanjut ini, terbukti menjual angka tebakan, jenis toto gelap (Togel).    

Persidangan yang digelar secara online itu, terhubung melalui saranan video conference (Vidcon), antara Kejaksaa, Lapas dan Pengadilan. Sehingga terdakwa, jaksa dan hakim, tetap berada di instansinya masing-masing. Hal ini sekaitan instruksi pemerintah, dalam melakukan soicial distance, sebagai antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).         

Juga ditindaklanjuti dengan surat edaran Jaksa Agung, dimana jaksa sebagai penuntut umum dalam melakukan tugasnya, menerapkan sidang pidana secara online.      

Menurut jaksa penuntut umum, terdakwa Op. Fiki, ditangkap petugas dari Polsek Pane, saksi Lodi PM Sihite dkk, pada Senin, 13 Januari 2019, lalu. Terdakwa diamankan dari warung marga Simanjuntak, di Sosor Siborna, Kecamatan Pane.           

Penangkapan yang dilakukan petugas, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, jika di warung tersebut, sering dijadikan sebagai tempat jualan togel. Dari terdakwa, petugas menyita barang bukti, handphone merk i Cherry yang berisi angka tebakan, di kotak masuk dan juga pesan terkirim, serta uang Rp7000 hasil penjualan togel.          

Kepada petugas, terdakwa mengakui, jika pesanan angka tebakan dari pemasang akan direkap dan disetorkan kepada pengumpul rekap, bermarga Turnip (DPO). Dia juga mengakui, mendapatkan upah 20 persen dari omzet penjualan.         

Jenis perjudian yang dilakukan terdakwa, bersifat untung - untungan, yang diadakan setiap hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Perbuatan terdakwa dipersalahkan  jaksa dengan pasal 303 (1) ke-1 dan ke-2 KUH Pidana.         

Atas tuntutan jaksa, terdakwa mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.  Untuk mendengarkan putusan hakim, sidang ditunda hingga Rabu (8/4/2020) mendatang.           

"Untuk putusan, sidang ditunda hingga Rabu,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.