HETANEWS

Putri Maria Teresa dari Kerajaan Spanyol Meninggal Kena COVID-19

Putri Maria Teresa, 86 tahun, dari Kerajaan Bourbon-Parma, Spanyol [kiri]

Hetanews.com - Putri Maria Teresa, 86 tahun, dari Kerajaan Bourbon-Parma, Spanyol, meninggal setelah dinyatakan positif terjangkit virus corona atau COVID-19. Kabar duka ini disampaikan oleh adiknya Pangeran Sixtus Henry di tengah memburuknya pandemik virus corona di seluruh dunia. Kematian akibat virus corona di Spanyol menyentuh angka 5 ribu orang.

Dikutip dari mirror.co.uk, Putri Maria Teresa lahir di Kota Paris, Prancis pada 1933 dari orang tua Pangeran Xavier dan Madeleine de Bourbon, yang total memiliki enam anak. Anggota keluarga kerajaan Bourbon-Parma adalah cabang dari keluarga kerajaan Spanyol, yang merupakan keturunan dari dinasti Capetian Prancis.  

Anggota keluarga kerajaan Bourbon-Parma di Spanyol pernah menjabat sebagai Raja Etruria dan Adipati Parma dan Piacenza, Guastalla, dan Lucca. Cabang Kerajaan Spanyol dibuat ketika seorang anggota kerajaan termuda yang saat ini bukan lagi pewaris tahta, diberikan tanah dan membuat gelar untuk dirinya sendiri.

Kematian Putri Maria Teresa terjadi setelah Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris pada pekan ini mengumumkan telah menjalani tes virus corona dan hasilnya positif. Pangeran Charles saat ini menjalani karantina mandiri di kediamannya di Balmoral. Sedangkan istrinya Camilla yang negatif virus corona tinggal di tempat yang berbeda.

Pangeran Charles, 71 tahun, telah menjadi anggota kerajaan kedua di dunia yang positif terjangkit virus corona. Sebelumnya Pangeran Albert, 62 tahun dari Kerajaan Monako, terjangkit virus COVID-19. Pangeran Charles dan Pangeran Albert dua pekan sebelum keduanya terkena virus corona, melakukan pertemuan di sebuah acara Water Aid di Ibu kota London, Inggris.

sumber: Tempo

Editor: edo.