HETANEWS

Dilockdown karena Corona, Bethlehem Jadi Kota Hantu

Panorama kubah gereja Asyur yang menghadap menara masjid di Betlehem di Tepi Barat yang diduduki Israel, tanggal 24 Desember 2018. Foto: Reuters/Mustafa Ganeyeh

Hetanews.com - Dilockdown karena virus corona, Bethlehem bagaikan kota hantu. Menurut warga, keputusan untuk menutup kota itu lebih seperti keputusan politis daripada langkah untuk mengekang penyebaran virus.

Kota itu mulai sepi sejak tujuh orang didiagnosis mengidap virus corona, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah. Warga telah mengkritik Israel dan Otoritas Palestina karena mengambil langkah-langkah yang lebih tegas di Tepi Barat daripada di dalam Israel. Beberapa orang curiga terhadap motif di balik keputusan Israel untuk menutup kota itu.

Fadi Katan, seorang pemilik hotel dan anggota asosiasi hotel kota itu, mengatakan kepada Haaretz, “Ada tujuh orang yang terinfeksi di sini, dan di Israel ada 17, tetapi kota-kota lain tidak ditutup. Mereka yang terinfeksi di Betlehem mendapatkan virusnya dari orang-orang yang datang ke sini melalui Israel, jadi alasan di balik seluruh keputusan ini tidak jelas.”

Beberapa jam setelah diagnosis dibuat di kota dekat Betlehem, Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett memerintahkan IDF dan Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah tersebut untuk menutup kota sampai pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan itu dibuat setelah koordinasi dengan Otoritas Palestina, katanya.

Keputusan tersebut melarang warga Palestina dari Betlehem, Beit Jala, dan Beit Sahour untuk memasuki Israel, meskipun banyak warga Palestina yang bekerja di sana. Pergerakan barang akan dilakukan seperti biasa.

Seorang warga Palestina menyeberang dari Betlehem ke Yerusalem di pos pemeriksaan Bethlehem.
Foto: CNN/Abeer Salman

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Jumat, tujuh orang yang didiagnosis dengan virus corona mendapatkan virus itu dari sekelompok wisatawan Yunani yang tinggal di hotel Beit Jala.

Wisatawan itu dilaporkan juga mengunjungi Israel. Lima puluh satu orang lainnya yang berada di lokasi yang sama dinyatakan negatif. Semua yang dites, di antaranya karyawan hotel, segera dikarantina.

Namun, tidak hanya pihak berwenang Israel yang telah mengambil tindakan seperti itu karena takut akan penyebaran virus. Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengumumkan daftar tindakan darurat termasuk penutupan sekolah dan lembaga pendidikan, dari taman kanak-kanak hingga universitas, sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Situs wisata, gereja, dan masjid juga telah ditutup, di mana wisatawan dilarang memasuki kota, dan lalu lintas telah dibatasi antara kota dan distrik Tepi Barat.

Penduduk Palestina di Betlehem dan daerah sekitarnya telah melaporkan penurunan signifikan dalam kegiatan di kota itu. Kota itu sering dikunjungi oleh wisatawan dari Israel dan banyak tempat lain di seluruh dunia.

“Bulan ini kami berencana akan mengadakan acara besar, seperti maraton Bethlehem, namun sekarang acara itu telah dibatalkan. Saya kemarin berkeliling kota dan masih terlihat ada beberapa turis, tetapi sangat sedikit. Kota ini hampir mati. Tanpa pariwisata, tidak ada yang bisa dilakukan di Betlehem,” ujar Katan, dikutip dari Haaretz.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.