HETANEWS

Demokrat: Hadapi Corona, Jokowi Bisa Teladani SBY soal Bansos

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, hetanews.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Didik Mukrianto menyarankan Presiden Joko Widodo belajar dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penyaluran dana bantuan sosial (bansos) guna meredam dampak virus corona (Covid-19).

Didik mengatakan SBY punya pengalaman menyalurkan dana bansos lewat program bantuan langsung tunai (BLT) sejak 2005. Menurutnya, Jokowi bisa meniru program itu dalam situasi saat ini.

"Presiden Jokowi perlu untuk meneladani legacy SBY di saat sulit seperti sekarang ini, termasuk meneruskan dan meningkatkan social safety net atau program Pro Rakyat SBY seperti BLT, PKH, dan program pro rakyat lainnya untuk membantu rakyat yang susah," kata Didik, Jumat (27/3).

Didik mengapresiasi langkah Jokowi meminta pemerintah daerah menghitung kemampuan dan kemungkinan penyaluran dana bansos. Dia mengatakan program itu perlu segera diluncurkan dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyebut saat ini masyarakat ekonomi lemah sudah terdampak penyebaran corona. Program bansos diharapkan bisa menolong masyarakat kecil menyambung hidup.

"Mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat baik kesehatan maupun kesejahteraan, #PeopleFirst," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Anggota DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati juga mendorong pemerintah segera mengeluarkan BLT untuk menekan dampak ekonomi karena corona.

Menurutnya, bantuan langsung lebih efektif ketimbang langkah Jokowi menunda cicilan bank. Sebab BLT bisa meningkatkan daya beli masyarakat yang turun karena krisis corona.

"Selain memberikan BLT, pemerintah juga sebaiknya menambah bantuan pangan nontunai. Di mana jumlah beras yang dapat diperoleh rakyat dapat ditambah," tutur Anis kepada wartawan.

Selain BLT, Anis juga usul agar Jokowi menggratiskan iuran listrik untuk peserta golongan 450 VA dan 900 VA selama beberapa bulan. Dia juga meminta pemerintah membebaskan pajak UMKM untuk sementara waktu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan beberapa kebijakan untuk meredam dampak negatif penyebaran virus corona (Covid-19) di bidang ekonomi. Salah satunya, Jokowi meminta para kepala daerah mempersiapkan dana bansos.

Mantan Wali Kota Solo itu bilang banyak pekerja yang akan menganggur bahkan kehilangan pendapatan. Terutama para pekerja harian, seperti pedagang asongan, supir, tukang becak, dan para pengusaha mikro kecil lainnya.

Hingga Kamis (27/3), Indonesia mencatat 893 kasus positif virus corona. Sebanyak 78 orang meninggal dunia, sedangkan 35 orang sembuh. 

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.