HETANEWS.COM

MUI soal Ibadah di Tengah Corona: Bukan Melarang, Sesuaikan Protokol Kesehatan

Ketua MUI yang membidangi fatwa Prof.Dr.Hj Huzaemah (kiri) Ketua komisi fatwa MUI Indonesia Hasan Huesein Abdul Fatah (tengah) dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh (kanan) ketika membuka FGD terkait isu keterkaitan game PUBG dengan peristiwa teror di Kantor MUI, Selasa (26/3).

Jakarta, hetanews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada umat Islam untuk meningkatkan ibadah di tengah mewabahnya virus corona. Namun, ibadah tersebut harus seusai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan, sangat penting menghindari kerumunan untuk mencegah agar tak terjadi penyebaran virus corona.

"Dalam pelaksanaan ibadah juga penting menyesuaikan dengan protokol kesehatan salah satunya adalah menghindari kerumunan sekalipun itu atas nama ibadah," kata Niam dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (28/3).

Niam mengingatkan, MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Ibadah dalam Wabah COVID-19 pada 16 Maret 2020. Ia berharap masyarakat mengikuti fatwa tersebut.

"Bukan melarang ibadah, tapi justru di kesempatan wabah seperti ini ibadah harus ditingkatkan sebagai bentuk ikhtiar batin kita," kata dia.

"Tapi untuk kontribusi kita menyelamatkan jiwa, salah satu protokol kesehatan yang dijaga bersama adalah meminimalisir kerumunan. Dengan demikian, ibadah yang dilaksanakan dengan cara berkerumunan seminimal mungkin larang dan juga dihindari," sambung dia.

Niam mengatakan, ibadah tak hanya dilakukan di masjid dan musala saja. Ibadah juga bisa dilakukan di rumah. Ia mengatakan, salah satu hikmah yang bisa diambil dari wabah ini adalah penguatan ketahanan keluarga dan juga penguatan ibadah di rumah.

"Oleh karena itu, kami imbau segenap umat Islam untuk tingkatkan ikhtiar batin, apalagi sebentar lagi momentum ramadhan, kuatkan pelaksanaan ibadah dari rumah, kegiatan kita seiring sejalan dengan pencegahan penyebaran COVID-19," kata dia.

Selain itu, Niam mengajak umat Islam menyelipkan doa qunut secara khusus yakni qunut nazilah untuk mencegah penyebaran virus corona. Qunut dilakukan dalam rentang ibadah Fardhu yang dilakukan.

Adapun tiga hal yang juga diimbau oleh MUI dalam ibadah di tengah wabah corona ini. Pertama, penguatan ibadah di rumah dengan meningkatkan ibadah itu sendiri. Kedua, jaga jarak dari kerumunan. Ketiga, menjaga kesehatan.

"Pesan universal keagamaan adalah menjaga kesehatan karena kesehatan pada hakikatnya adalah tujuan utama dalam kehidupan kita untuk kesehatan bersama," kata dia.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!