HETANEWS

Indonesia Menuju Puncak ‘Bencana Besar’ Corona

Pulau Sebaru dipilih sebagai lokasi karantina korban corona di Indonesia karena sejumlah faktor. Foto: Brillio

Hetanews.com - Ada prediksi bahwa salah satu tetangga terdekat Australia, Indonesia, menuju puncak bencana virus corona dengan jumlah kasus yang meledak. Pertanyaannya, siapkah Indonesia?

Indonesia memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia, tetapi melakukan pengujian paling sedikit, dengan kekhawatiran bahwa kurangnya tindakan lockdown yang ketat akan berarti setengah dari negara ini (yang merupakan negara terpadat keempat di dunia), akan segera terinfeksi, tulis 9News.

Seperti diungkapkan oleh 9News, di provinsi Sulawesi orang-orang masih terlihat berjabat tangan dan berpelukan di jalan-jalan, sementara di ibu kota Jakarta, kerumunan terus menumpuk di dalam transportasi umum, dan video yang muncul di Bali tampak menunjukkan ribuan orang menentang larangan untuk merayakan acara keagamaan.

Kurangnya physical distancing terjadi bahkan setelah seorang warga negara Prancis meninggal karena COVID-19 di jalan umum di Denpasar, dan ketika sebuah keluarga berduka karena telah kehilangan Kimberley Finlayson, warga Inggris yang merupakan seorang ibu dari empat anak yang meninggal karna COVID-19 di pulau Dewata itu.

Penerapan social distancing dalam antrean di salah satu halte Transjakarta di ibu kota Indonesia, Jakarta.
Foto: Instagram/@pt_transjakarta

“Tiga jam sebelum dia menjalani operasi besar, saya diberi tahu secara informal bahwa dia terinfeksi virus corona dan dites positif, dan saya baru tahu itu karena mereka datang untuk menguji saya,” ucap Ken Finlayson, suami dari Kimberley Finlayson dengan penuh emosi kepada 9News, dari Inggris, negara asalnya.

“Mereka memperlakukan orang sebagai kasus daripada individu, dan tingkat perawatan juga kurang, begitu juga tingkat komunikasi mereka.”

“Jadi Anda benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada Anda dan Anda tidak berdaya dalam sistem itu.”

Selama berminggu-minggu, para politisi mengatakan Indonesia bebas dari virus corona karena “kekuatan doa”, padahal sebenarnya mereka tidak memiliki alat tes yang tepat.

Bahkan sekarang kurang dari 3.000 orang dari 275 juta telah diperiksa, yang akan setara dengan hanya 160 orang di Australia, dan itu menghasilkan angka kematian lebih dari sembilan persen, tulis 9News.

Walau angka itu diperkirakan akan turun seiring pengujian meningkat, pemodelan oleh para peneliti Indonesia menunjukkan infeksi akan meroket dari 893 kasus yang dikonfirmasi saat ini menjadi setengah populasi, membanjiri sistem kesehatan yang kewalahan. Tenaga medis saat ini terpaksa memakai jas hujan sambil menunggu persediaan alat pelindung diri (APD).

“Teman dan tetangga kita Indonesia, yang mempunyai jumlah populasi 275 juta jiwa, sekarang berada di puncak bencana virus corona,” cuit mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd.

“Ini memiliki implikasi keamanan nasional yang besar bagi Jakarta dan Canberra. Ini akan membutuhkan solidaritas dan diplomasi yang sangat terampil di masa depan.”

Orang-orang Australia yang masih di Bali melaporkan kepada 9News bahwa suasananya tenang, tetapi bisnisnya sangat sulit.

“Pada tahap ini kami tidak memiliki pemesanan hingga Juli,” ujar Kay Shearn, pemilik Umalas Retreat, kepada 9News.

“Saya punya sekitar 17 karyawan yang harus saya jaga dan itu membuatnya agak sulit.”

“Pada tahap ini kami telah mengurangi semua upah karyawan kami dan menempatkannya pada upah di mana kami bisa bertahan untuk sementara waktu. Semua orang berusaha bertahan hidup.”

Baca juga: Virus Corona yang Tak Terdeteksi di Indonesia Bisa Capai Puluhan Ribu

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.