HETANEWS

Sekongkol Terima Sabu Via Paket Roti, 3 Warga Bah Tobu Dibui 6,6 Tahun Penjara

Hakim memvonis para terdakwa melalui vidcon. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com – Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, kembali menggekar sidang jarak jauh atau  online, sejak merebaknya virus corona (Covid - 19).

Seperti Jumat (27/3/2020) siang tadi, tiga terdakwa pengedar sabu, Zulpiner Hasibuan (43), warga Huta Singal Bah Tobu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, bersama terdakwa Ribut (39) dan Wisnu Prayana als Ninuk (41), warga yang sama, masing - masing divonis 6,6 tahun penjara, denda Rp1 milyar, subsider 6 bulan penjara.

Putusan hakim itu, konform (sama) dengan tuntutan jaksa, Juna Karo-Karo SH.

Para terdakwa, dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 114 (1) jo pasal 132 UU RI  No.35/2009 tentang narkotika.

Didampingi pengacara, Harfin Siagian dari Posbakum PN Simalungun, para terdakwa dan juga jaksa, memiliki waktu 7 hari untuk pikir - pikir, menerima ataupun banding.

Hal itu diucapakan ketua majelis hakim, A Hadi Nasution, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Hendrawan Nainggolan.

Menurut hakim, para terdakwa telah terbukti, pada Jumat, 23 Agustus 2019 lalu, memesan sabu dari Medan. Zulpiner, mendatangi terdakwa Ribut dan Wisnu, di jalan Merdeka Serbelawan, lalu disuruh menunggu bus KUPJ dengan nomor samping 424 yang datang dari Medan, membawa paket roti (Bika Ambon).

Karena lama menunggu, kedua terdakwa ribut dan Wisnu menyuruh saksi Putra Dwi Anggara untuk menunggu paketnya. Polsek Serbelawan yang sudah mendapatkan informasi telah melakukan pengintaian.

Dua terdakwa diamankan, bersama paket kue bika Ambon dan sebuah tas bertuliskan Parkson yang didalamnya berisi roti tawar yang sudah diselipkan sabu sebanyak 0,70 gram. Diakui kedua terdakwa, jika sabu itu dipesan oleh Zulpiner dan pembayaran melalui transfer rekening atas nama Bakti Ginting melalui BRI.

Persidangan dibantu panitera pengganti, Dedi Tambunan SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Dengan tekhnis persidangan secara online dilakukan menggunakan saranan vidio teleconfrence (Vidcon). Para terdakwa tetap berada di Lapas, demikian juga dengan hakim dan jaksa, masing - masing berada di kantornya, sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, agar setiap orang melakukan social distancing.

Penulis: ay. Editor: gun.