HETANEWS.COM

BNN Siantar Berhasil Amankan Pengedar dan Bandar Narkoba ketika Ingin Transaksi

Althur Pasaribu (kiri) dengan Ivan Hendrik (bandar, tengah) dan Jimmi Sitanggang (pengedar, kanan).

Siantar, hetanews.com- AKP Altur Pasaribu yang sebelum merupakan Kapolsek Raya Kehean dan belum sampai seminggu pindah tugas  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjabat Kasi Pemberdayaan Masyarakat Siantar-Simalungun langsung menunjukkan kinerja yang positif.

Sekitar pukul 13.30 Wib, Rabu (15/04), dibawah kepimpinannya satuan BNN berhasil menciduk dua orang tersangka, diduga bandar Narkoba yang sedang sedang melakukan transaksi narkoba, yakni Ivan Hendrik (24) warga jalan Pane Kelurahan Karo Kecamatan Siantar Selatan  dan Jimmy Sitanggang Alias Mino alias Gondrong (26), warga jalan Perwira Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur, kota Siantar (15/4).

Data yang berhasil dihimpun oleh wartawan, pada pukul 13.30 WIB, Petugas BNN Kota Siantar lebih dulu mengamankan  Jimmi Sitanggang di jalan Sibolga dekat SMP Negeri 12, dengan barang bukti 5 gram sabu yang terbungkus dalam satu plastik.

Kemudian melakukan pengembangan, dimana pada pukul 18.00WIB, menangkap Ivan di jalan Pane pada saat hendak menunggu seorang untuk bertansaksi. Dari tangan Ivan petugas penyita barang bukti berupa 3 gram sabu sabu, 7 pil ektasi berlogo love, 5 butir Pil HS 5, satu pipet kecil dan timah.

Berdasarkan keterangan dari AKP Altur Pasaribu kepada awak media, dia mengatakan pada saat dilakukan pengerebakan sedang terjadi transaksi Sabu sebesar 3 Gram, dan kedua tersangka sempat melakukan perlawanan kepada petugas BNN, namun karena kelihaian dari petugas BNN yang biasa menangani kasus seperti, kedua tersangka dapat dibekuk.

" Salah satu anggota kita sempat bergulat dan mengalami luka memar,sekarang menjalani perawatan di rumah sakit, " jelas AKP Altur.

Setelah ditangkap kemudian tersangka digiring ke markas BNN, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan pengembangan akan peredaran Narkoba di Siantar dan Simalungun.Sementara Kepala BNN Siantar Simalungun Ahmad yani Damanik juga mengatakan jumlah total barang bukti narkoba mencapai Rp 10 juta, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 111 tentang penyalah gunaan Narkoba dengan kurungan maksimal 15 Tahun Penjara.

Berdasarkan keterangan dari tersangka yang diduga bandar sabu Ivan Hendrik mengatakan kepada wartawan, dirinya baru bergelut perdagangan barang haram tersebut selama 8 Bulan, dengan penghasilan Rp 1 Juta dalam sehari.

"Baru delapan bulan bang aku main sabu, sehari hasil penjualan dapat 1 juta,' terang Ivan dengan wajah lebam lebam, sembari mengaku sebelum ditangkap oleh BNN, beberapa waktu lalu dia juga pernah digerebek oleh Polda di Jalan Pane namun dia berhasil meloloskan diri dari penggerebakan.

Penulis: tom. Editor: ebp.
Komentar 4

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!