Medan, hetanews.com - Pemerintah Kota (Pemko) Medan menetapkan status siaga darurat virus corona COVID-19. Pemerintah juga telah mengambil sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebaran virus, mulai dari merumahkan siswa sekolah hingga para ASN.

Sesuai anjuran pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker apabila memang harus keluar rumah untuk hal yang sangat penting. Begitu juga dengan perilaku hidup bersih, dengan selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Namun kenyataannya, hingga saat ini Kota Medan masih mengalami kelangkaan masker dan hand sanitizer. Atas hal ini, fungsi pengawasan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perdagangan turut dipertanyakan oleh wakil rakyat di Komisi III DPRD Medan yang menjadi counterpart-nya.

"Kita semua tahu saat ini masyarakat sangat membutuhkan masker, sangat membutuhkan hand sanitizer, tapi faktanya sekarang kedua barang itu sangat langka. Hampir semua apotek ataupun mini market di Medan tak lagi ada," kata anggota Komisi III DPRD Medan, T Edriansyah Rendy, Jumat (27/3).

Rendy menuturkan, hal itu membuat masyarakat kebingungan untuk mendapatkan masker maupun hand sanitizer yang dibutuhkannya.

"Diimbau pakai masker, diimbau pakai hand sanitizer, tapi barangnya sulit ditemukan di pasaran, masyarakat pun bingung. Di mana peran pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan? Di mana fungsi pengawasannya terhadap ketersediaan barang-barang tersebut?" tuturnya.

Menurut Rendy, langkanya masker dan hand sanitizer juga turut mendongkrak harga kedua barang tersebut hingga melambung tinggi.

"Kalaupun ada, harganya yang tidak masuk akal. Di mana peran Dinas Perdagangan dalam memastikan ketersediaan barang-barang tersebut dengan harga yang sewajarnya," ucapnya.

Rendy meminta Dinas Perdagangan harus mengambil perannya. Sebab, saat ini semua Organisasi Perangkat daerah (OPD) sedang bekerja keras dalam membantu pemerintah guna mencegah penanggulangan COVID-19 di Kota Medan.

"Dinas Ketahanan Pangan sudah sibuk memproduksi hand sanitizer, Dinas Kesehatan sibuk menyiapkan penanggulangan bersama dengan Puskesmas, Dinas PKPPR dan OPD lainnya sibuk membuat wastafel untuk cuci tangan, BPBD dan kecamatan sibuk melakukan penyemprotan disinfektan. Sekarang Dinas Perdagangan juga harus mengambil perannya, kontrol ketersediaan masker dan hand sanitizer," tegasnya.

Rendy yang juga sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan meminta agar Pemerintah Kota Medan menindak tegas oknum-oknum penimbun masker dan hand sanitizer yang turut mendongkrak harga kedua barang tersebut.

"Dinas Perdagangan juga bisa melakukan sidak-sidak kepada oknum-oknum penimbun barang-barang itu, bisa berkoordinasi dengan Satpol PP dalam penindakannya. Tidak hanya soal hand sanitizer dan masker, Dinas Perdagangan juga harus bisa menjaga kekondusifan alur perdagangan," tandasnya.

Sumber: analisadaily.com