HETANEWS

Waspada Corona, Thailand Terapkan Situasi Darurat dan Tutup Perbatasan

Seorang biksu Thailand mengenakan masker di kuil Wat Pho di Bangkok, Thailand, 24 Maret 2020, salah satu tempat wisata terkemuka di ibu kota yang kosong di tengah wabah penyakit COVID-19. Foto : Reuters/Jorge Silva

Hetanews.com - Thailand merupakan salah satu negara pertama di luar China yang mengumumkan kasus wabah penyakit COVID-19 sejak awal 2020. Kerajaan itu baru-baru ini mengumumkan penerapan situasi darurat dan menutup perbatasan demi mencegah penyebaran virus corona baru.

Thailand melarang masuknya orang asing ke wilayah kerajaan itu sejak Rabu malam (25/3/2020). Negara di Asia Tenggara tersebut memberlakukan kekuatan darurat dalam upaya untuk membendung penyebaran lokal dari wabah virus corona baru.

Langkah-langkah itu, yang tidak mencakup penutupan penuh wilayah setelah berhari-hari kebimbangan pemerintah, merupakan pukulan telak bagi sektor pariwisata yang berperan vital di Thailand.

Puluhan ribu pelancong tetap di kerajaan itu dan menghadapi ketidakpastian dengan maskapai penerbangan dalam kekacauan dan pembatasan perjalanan karena tidak mampu kembali ke negara asal mereka.

Seorang biksu Buddha menyemprotkan cairan pembersih ke wajah seorang pria sebelum dia berdoa selama upacara pemberkatan bagi orang-orang yang terkena wabah penyakit COVID-19 di sebuah kuil di Bangkok, Thailand, 25 Maret 2020. Foto: Reuters/Soe Zeya Tun
Para pekerja migran dari Myanmar terlihat di perbatasan ketika mereka mencoba untuk kembali ke negara asal mereka di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, di Mae Sot, Thailand, 25 Maret 2020.
Foto: Reuters/Stringer
Para pekerja migran dari Myanmar terlihat di perbatasan ketika mereka mencoba untuk kembali ke negara asal mereka di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, di Mae Sot, Thailand 25 Maret 2020.
Foto: Reuters/Stringer

Ibu kota Thailand, Bangkok, kota berpenduduk 10 juta orang, tampak senyap pada Rabu (25/3/2020) ketika toko-toko dan restoran ditutup. Para biksu Buddha duduk berjarak satu meter dari selama lain selama memimpin sesi doa demi menangkis wabah corona baru yang disiarkan televisi secara nasional.

Sementara itu, media sosial mengungkapkan keluhan ribuan orang asing yang terjebak di antrean kacau di kantor imigrasi ibu kota untuk mengajukan perpanjangan visa.

Para pekerja migran dari Myanmar dicek suhunya oleh petugas kesehatan di kantor perbatasan Myawaddy setelah melewati gerbang perbatasan di Myawaddy, Myanmar, setelah meninggalkan Thailand di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, 24 Maret 2020.
Foto: Reuters/Thant Zin Aung
Seorang pejabat berbicara melalui pengeras suara ketika para pekerja migran dari Myanmar berduyun-duyun menyerbu perbatasan di Jembatan Persahabatan Myanmar-Thailand untuk menyeberang ke Myawaddy, Myanmar, ketika mereka meninggalkan Thailand di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, 24 Maret 2020.
Foto: Reuters / Thant Zin Aung
Para pekerja migran dari Myanmar melemparkan tas melewati gerbang perbatasan di Jembatan Persahabatan Myanmar-Thailand, ketika mereka menyeberang ke Myawaddy, Myanmar, ketika mereka meninggalkan Thailand di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, 24 Maret 2020.
Foto: Reuters/Thant Zin Aung

The Royal Gazette mengumumkan pada Rabu (25/3/2020) malam, pihak berwenang akan “menutup semua pos pemeriksaan dan gerbang” untuk perbatasan darat.

Sementara itu, jalan masuk Thailand melalui udara dan kapal juga akan dihentikan sementara. Para diplomat dan arga negara Thailand yang kembali dari luar negeri dengan membawa sertifikat kesehatan masih akan diizinkan untuk masuk kembali.

Semua pertemuan publik juga dilarang diadakan di Thailand. Pihak berwenang telah meminta orang-orang yang rentan seperti orang berusia lanjut untuk tetap tinggal di rumah.

Meski demikian, upacara meriah seperti pernikahan atau kegiatan keluarga dapat berlanjut di bawah aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Pihak berwenang juga melarang “laporan berita palsu yang dapat menyebarkan ketakutan” dan menetapkan ancaman hukuman dua tahun penjara. Keadaan darurat di Thailand demi membendung pandemi COVID-19 akan berlanjut hingga 30 April 2020.

Para pekerja migran dari Myanmar terlihat di perbatasan ketika mereka mencoba untuk pulang ke rumah di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, di Mae Sot, Thailand, 24 Maret 2020.
Foto: Reuters/Stringer
Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang penumpang di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19, di sebuah titik pemeriksaan di Bangkok, Thailand, 26 Maret 2020.
Foto: Reuters/Soe Zeya Tun

Channel News Asia melaporkan, Thailand saat ini telah memiliki 934 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk empat kematian. Virus corona baru yang sangat menular telah membunuh lebih dari 18.000 orang secara global, mendorong pemerintah berbagai negara untuk memperkenalkan tindakan ketat yang melarang warga negara mereka meninggalkan rumah masing-masing.

Kerajaan Thailand adalah negara pertama yang mengonfirmasi kasus di luar China pada Januari 2020, tetapi langkah-langkah tambahan telah diambil karena ketergantungan ekonomi yang lemah pada pariwisata.

Peningkatan jumlah kasus sebanyak tiga kali lipat selama seminggu terakhir telah menimbulkan kepanikan di negara itu. Media sosial setempat dihujani kritikan atas langkah-langkah pemerintah membendung pandemi yang dianggap tidak sempurna.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha pada Rabu (25/3/2020) memperingatkan masyarakat agar tidak membagikan “berita palsu”. Teguran itu muncul beberapa hari setelah seorang pria ditangkap karena unggahan di Facebook yang mengeluhkan kurangnya pemeriksaan di bandara.

Thailand di masa lalu telah memberlakukan hukum keadaan darurat untuk memadamkan kerusuhan politik, yang menurut para kritikus dapat digunakan untuk membungkam pers.

Para pekerja migran dari Myanmar berduyun-duyun menyerbu perbatasan di Jembatan Persahabatan Myanmar-Thailand untuk menyeberang ke Myawaddy, Myanmar, ketika mereka meninggalkan Thailand di tengah penutupan wilayah demi mencegah wabah penyakit COVID-19.
Foto: Reuters/Thant Zin Aung
Orang-orang saling menjaga jarak ketika mereka mengantre di pusat imigrasi di Bangkok, Thailand, 25 Maret 2020.
Foto: Reuters/Chalinee Thirasupa

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.