HETANEWS

Cara Mengurus Jenazah Pasien Corona, Mulai dari Memandikan hingga Menguburkan

Cara mengurus jenazah pasien corona harus hati-hati. Foto: Ilustrasi

Hetanews.com - Virus corona atau Covid-19 telah merenggut nyawa belasan ribu orang dari berbagai negara di dunia. Dari jumlah total kematiannya, ada 58 pasien positif virus corona yang meninggal di Indonesia. Lantas, apakah cara mengurus jenazah pasien corona berbeda dari langkah-langkah secara umum?

Tata cara mengurus jenazah pasien virus corona

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menerbitkan tata cara mengurus jenazah pasien virus corona, mulai dari cara memandikan hingga menguburkannya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus corona, terhadap siapapun yang nantinya akan mengurus, memandikan, hingga menguburkan jenazah pasien virus corona.

Memandikan jenazah pasien virus corona

Perlu digaris bawahi, pengurusan jenazah pasien Covid-19 harus dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi, tidak sembarang orang boleh mengurus proses pemakamannya.Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan terpisah dari pakaian biasa

Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah

Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah

Selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air

Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.

_____________________________________________________________________________________________________________

Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langah berikut ini

Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih

Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya

Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.

_____________________________________________________________________________________________________________

Kemudian, perawatan jenazah biasanya melibatkan tindakan desinfeksi, dengan menyemprotkan klorin pada jenazah dan juga petugas medis yang mengurus proses pemandian dan penguburannya.

Walau demikian, desinfeksi saja dianggap tidak cukup untuk mencegah penyakit infeksi. Maka dari itu, petugas harus selalu menggunakan pakaian pelindung, sering cuci tangan, dan juga mandi dengan sabun khusus setelah memandikan jenazah.

Setelah proses memandikan, jenazah pasien virus corona telah siap dikuburkan. Namun, proses penguburan jenazah pasien virus corona pun tidak boleh sembarangan.

Sebab, ada beberapa protokol yang harus dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus lewat tanah. Berikut ini adalah tata cara menguburkan jenazah pasien virus corona, menurut Kemenag:

_____________________________________________________________________________________________________________

Tergantung dari kondisinya, jenazah dari pasien penyakit menular bisa dikuburkan ataupun dikremasi

Jika jenazah dikubur, lokasi pemakaman harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang yang digunakan sebagai sumber air minum penduduk

Lokasi penguburan jenazah pasien virus corona harus terletak setidaknya 500 meter dari permukiman

Setelah lokasi penguburan ditentukan, jenazah harus dikubur setidaknya sedalam 1,5 meter

Liang kubur ditutup setidaknya dengan tanah setinggi 1 meter

Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.

_____________________________________________________________________________________________________________

Apabila pihak keluarga ingin jenazah dikremasi, maka lokasi pengkremasiannya pun harus berjarak 500 meter dari permukiman terdekat. Namun, Kemenag menyarankan, kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah untuk mengurangi polusi asap.

Setelah segala prosedur perawatan jenazah dilakukan, semua bahan kimia atau benda lainnya yang digunakan dalam proses pengurusan jenazah, harus dibuang di tempat yang aman.

Selain itu, desinfeksi kembali dilakukan pada petugas yang ditunjuk untuk mengurus jenazah, begitu pula pakaian yang dipakai selama proses berlangsung.

Kemenag juga menyatakan, jika semua prosedur pengurusan jenazah telah dilakukan dengan baik dan semestinya, maka pihak keluarga dapat ikut melihat proses penguburan jenazah.

Sumber: sehatq.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.