HETANEWS.COM

Dua Pembobol Toko Roti Ganda Disidangkan PN Siantar

Dua terdakwa pembobol brankas Toko Roti Ganda. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Dua Pembobol brankas Toko Roti Ganda, yang terletak di Jalan Kartini, Roy Manto dan M. Ade Chandra Lesmana, disidangkan di PN Siantar, Kamis (26/3/2020).

Keduanya bersama AS (disidangkan terpisah dalam sistem peradilan anak). Agenda persidangan, siang itu, mendengarkan dakwaan jaksa, Meutya SH.

Pencurian tersebut, dilakukan para terdakwa, pada Minggu, 29 Desember 2019 lalu, pukul 02.00 WIB, di Toko Roti Ganda, Jalan Kartini No. 23, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. 

Para terdakwa, berhasil membawa kabur uang tunai lebih kurang sebesar Rp.53.000.000,- dan mesin rekaman CCTV (DVR) milik saksi Djumar Djulamsyah.

 Awalnya, terdakwa Roy dan Indra, datang ke rumah Ade Chandra dan di sana sudah ada AS.

Lalu Roy mengajak untuk mencari uang dengan cara mencuri dan tujuannya adalah Toko Roti Ganda, karena tidak ada penjaganya. AS mengantar Roy dan Ade Chandra ke Ganda dengan naik sepeda motor, lalu kembali pulang ke rumah Ade Chandra.

Dengan membawa linggis, keduanya naik ke lantai 2 dengan memanjat tembok. Lalu membuka jendela yang tidak jerajaknya dengan linggis. Turun ke bawah dan melihat ada brankas, di bawah tangga yang kuncinya ada di dalam meja.

Terdakwa Roy memasukkan uang ke dalam tas ransel hitam yang ada di dekat lemari. Sedangkan Ade Chandra membuka CCTV. Keduanya keluar melalui jalan masuk yang sudah merusak jendela.

Keduanya kembali ke rumah Ade Chandra, ternyata Agib Suhendar dan Indra telah menunggu di sana.

Setelah uang dikeluarkan dari dalam tas ransel hitam, terdakwa Roy dan Ade Chandra, membuka pakaian mereka dan memasukkannya kedalam tas ransel hitam, bersama rekaman CCTV.

Dan menyuruh Agib Suhendar untuk membuang tas ransel hitam, beserta isinya ke Sungai USI, di Jl. Sisingamangaraja Pematangsiantar, menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul warna biru BK-2069-WT.

Dari hasil pencurian tersebut, Agib Suhendar mendapat uang sebesar Rp 10,000,000,- Indra mendapat uang sebesar Rp.1.000.000,- sedangkan terdakwa Roy Manto dan terdakwa Ade Chandra, masing-masing mendapat bagian sebesar Rp.20.000.000.

Uang tersebut digunakan membeli Hp, sepeda motor, play station, tablet merk Advant dan habis untuk keperluan sehari - hari.

Akibat perbuatan para terdakwa,  saksi korban mengalami kerugian  Rp.53.000.000,-

Jaksa menjerat keduanya, melanggar pasal  363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, ketua majelis hakim, Fhytta Sipayung, didampingi hakim anggota, Rahmat Hasibuan dan Iqbal Purba, menunda persidangan hingga Kamis mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!