HETANEWS

2.063 Warga Batam Alami Gejala Mirip Virus Corona

Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan lebih dari dua ribu warga Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diketahui mengalami demam tinggi, batuk, mual-mual dan muntah-muntah yang identik dengan gejala awal virus corona atau covid-19. Foto: KOMPAS.COM/HADI MAULANA

Batam, hetanews.com - Wali Kota Batam HM Rudi mengatakan, lebih dari 2.000 warga Batam, Kepulauan Riau, mengalami gejala yang mirip dengan gejala penderita virus corona atau Covid-19.

Gejala yang dimaksud berupa demam tinggi, batuk, mual dan muntah. Hal ini diketahui dari hasil penyisiran Relawan Batam Melawan Corona yang bekerja sejak Sabtu (21/3/2020). Menurut Rudi, angka pastinya berjumlah 2.063 orang.

“Namun angka itu belum pasti terpapar Covid-19, yang jelas saat ini ada dua ribuan warga Batam yang mengalami sakit identik dengan gejala awal virus corona atau Covid-19,” kata Rudi di Alun-Alun Engku Putri Batam, Rabu (25/3/2020).

Rudi mengakui bahwa jumlah itu sangat banyak dan bisa menjadi persoalan akibat daya tampung rumah sakit rujukan yang sangat terbatas. Menurut Rudi, saat ini sejumlah alternatif sedang dipikirkan, termasuk untuk menambah kapasitas ruang isolasi.

“Saat ini kami baru memiliki dua lokasi untuk karantina, yakni di asrama haji dan rusunawa yang ada di Sagulung. Ke depan bisa saja kami akan memanfaatkan Stadion Tumengung Abdul Jamal untuk lokasi karantina,” kata Rudi.

Kekurangan tenaga medis

Rudi berharap ada bantuan tenaga medis dari Pemprov Kepri, mengingat saat ini tenaga medis yang ada di lingkungan Pemkot Batam sudah dikerahkan semua. Bahkan, tenaga medis yang ada di rumah sakit swasta juga sudah dikerahkan.

Rudi telah mengirim surat kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk membantu menurunkan tenaga medis untuk menangani pasien corona di Batam.

“Begitu terealisasi bantuan tenaga medis dari Pemprov Kepri, baru lah kami lakukan karantina tersebut,” ujar Rudi.

Rudi mengatakan, dari 2.000 lebih warga yang mengalami gejala mirip corona, diketahui ada 500 orang yang gejalanya sudah sangat mendekati Covid-19.

“Yang kami utamakan untuk diobservasi yakni yang 500-an orang terlebih dahulu. Baru dilanjutkan 1.500 berikutnya, setidaknya dilakukan secara bertahap,” kata Rudi.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.