HETANEWS

Dilema Pertahanan Indonesia: Pilih Jet Tempur F-35 AS atau Su-35 Rusia?

Jet tempur F35 buatan Amerika Serikat. Foto: Reuters

Hetanews.com - Sejumlah spekulasi terus berlanjut mengenai bagaimana Indonesia akan melanjutkan persyaratan yang sudah lama ada dalam rencana pertahanan negara ini. Pesawat tempur Amerika Serikat F-35 diduga akan menjadi alternatif rencana pembelian pesawat tempur Su-35 dari Rusia.

Pekan lalu, seorang pejabat tinggi pertahanan Indonesia menuturkan, Indonesia kemungkinan tengah mempertimbangkan pembelian pesawat tempur Amerika Serikat F-35 joint strike fighter untuk memenuhi persyaratan angkatan udara yang telah lama ada. Pertimbangan itu muncul menyusul masalah yang dihadapi negara ini terkait kesepakatan jet tempur Su-35 dengan Rusia.

Prashanth Parameswaran dari The Diplomat telah mengamati sebelumnya, di antara poin-poin utama dalam modernisasi pertahanan Indonesia yang sedang berlangsung adalah pembelian jet tempur.

Terdapat catatan khusus apakah pemerintah akan melanjutkan atau tidak dengan niat lama untuk membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, menyusul kesepakatan yang dicapai pada 2018 hingga sejumlah 11 pesawat.

Sejak saat itu, perjanjian tersebut telah diperumit oleh berbagai kekhawatiran, termasuk masalah pendanaan serta perkembangan geopolitik baru-baru ini (seperti pengenaan sanksi oleh Amerika Serikat) yang telah memengaruhi bagaimana negara-negara lain terlibat dengan Rusia di bidang pertahanan.

Hal ini terus berlanjut selama beberapa bulan terakhir. Awal Maret 2020, terdapat laporan yang saling bertentangan tentang status kepentingan Indonesia terhadap Su-35.

Kesepakatan itu konon benar-benar mati, menurut laporan oleh Bloomberg pada 12 Maret mengutip seorang pejabat anonim, yang memicu spekulasi tentang alternatif apa yang bisa dipertimbangkan Indonesia, meski kabar itu segera diikuti oleh bantahan dari pihak Rusia.

Pekan lalu, kita melihat kemungkinan Indonesia dapat mencari pesawat tempur AS F-35 Lightning II Joint Strike Fighter produksi Lockheed Martin sebagai gantinya untuk memenuhi persyaratan negara ini.

Seorang pejabat tinggi pertahanan Indonesia menegaskan, pemerintah kini mempertimbangkan F-35 sebagai opsi untuk memenuhi kebutuhannya di tengah keraguan tentang Su-35.

Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kepada CNN Indonesia melalui pesan singkat pada 18 Maret, sementara kesepakatan pesawat tempur Rusia Su-35 belum dapat berjalan “karena ada beberapa kendala”, Indonesia hingga kini sedang “mengeksplorasi untuk mengubah pengadaan menjadi pesawat tempur F-35 dari Amerika Serikat.”

Fakta bahwa Indonesia sedang menjajaki opsi lain tidaklah mengherankan. Sebelumnya juga telah terdapat indikasi ini. Masuk akal bagi pemerintah Indonesia untuk melakukannya jika ada hambatan dalam rencana pembelian sebelumnya.

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono juga mengklarifikasi, kesepakatan pembelian pesawat tempur Rusia Su-35 secara teknis tidak pernah dibatalkan, sehingga Indonesia tidak akan dipandang meninggalkan Rusia dan merangkul Amerika Serikat.

Tindakan semacam itu kemungkinan besar akan dipandang sebagai pergeseran geopolitik yang lebih luas daripada produk perkembangan spesifik pada akuisisi tertentu terkait dengan kebutuhan jangka panjang.

Masih belum pasti apakah pertimbangan pesawat tempur Amerika Serikat F-35 di Indonesia diterjemahkan menjadi pembelian yang sebenarnya. Persyaratan jet tempur Indonesia tertanam dalam rencana yang lebih luas, termasuk prioritas Kementerian Pertahanan hingga 2024.

Namun, mengingat pembiayaan yang akan terlibat, kita perlu melihat lebih banyak dalam hal spesifik yang sejauh ini masih kurang, termasuk sifat dari perjanjian pembelian dan ketentuan kontrak spesifik.

Meski demikian, mengingat beban Indonesia sendiri dan juga perkembangan geopolitik yang lebih luas, Prashanth Parameswaran dari The Diplomat menyimpulkan, kita dapat memprediksi spekulasi di ranah ini akan berlanjut sampai munculnya rincian yang lebih pasti.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.