HETANEWS

Yunus Siregar dan Suprapto Tidak Keberatan Didakwa Edarkan Sabu

Dua terdakwa meninggalkan ruang sidang usai didakwa sebagai pengedar sabu. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - M Yunus Siregar (37) dan Suprapto (30), masing – masing warga Huta II Bandar Silau, Kecamatan Bandar Malam, disidangkan terpisah, di PN Simalungun, Kamis (26/3/2020).

Menurut dakwaan jaksa, Viktor Purba, M Yunus Siregar, ditangkap petugas, J Simbolon dan Bambang Lesmono, pada Senin, 11 Nopember 2019 lalu, di perkebunan sawit, di belakang rumahnya.

Melihat petugas, Yunus membuang plastik berwarna ungu berisi 1 klip sabu ukuran besar, 2 klip sabu ukuran sedang, 12 plastik klip sisa sabu, lalu sembunyi di rumah warga.

M. Yunus berhasil ditangkap dan disuruh mengambil bungkusan yang sempat dibuangnya. Sekitar 10 menit, Suprapto datang ke lokasi perkebunan sawit dan turut diamankan bersama barang bukti, 1 botol fanta berisi air mineral, sepaket sabu, kaca pirex dan Hp.

Sabu tersebut, diakui Suprapto, dibeli dari seseorang, di Simpang PKS Huta I, Nagori Bandar Tinggi, seharga Rp1,5 juta atas perintah Yunus.

Sabu tersebut akan diserahkan kepada Yunus, kata Suprapto, kepada petugas.

Setelah dilakukan penimbangan, sabu seberat 2,01 gram (bruto) tersebutm dijadikan barang bukti dalam persidangan.

Jaksa Penuntut Umum, menjerat keduanya dengan pasal 114 ataupun pasal 112 (1) UU RI no 35/2009 tentang narkotika.

Didampingi pengacaranya dari Posbakum PN Simalungun, kedua terdakwa membenarkan dakwaan jaksa dan tidak keberatan.

"Benar yang mulia,"kata terdakwa saat ditanya hakim, tentang tanggapannya atas dakwaan jaksa tersebut.

Berhubung para saksi belum dapat dihadirkan jaksa, maka persidangan ditunda hingga Senin (30/3/2020) mendatang.

"Untuk mendengarkan keterangan saksi, sidang ditunda Senin,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti didampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.