HETANEWS

Apa Peran CDC selama Krisis Virus Corona?

Seorang ahli mikrobiologi menunjukkan penggunaan jarum inokulasi untuk bekerja dengan bakteri di Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta. Foto: © Branden Camp/AP Images

Hetanews.com - Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), atau CDC, bekerja untuk melindungi warga Amerika dan semua orang di mana pun berada agar tetap sehat.

Dengan tingginya dominasi berita tentang kondisi darurat kesehatan masyarakat akibat virus corona, maka ini saat yang tepat untuk belajar tentang CDC.

Pertanyaan: Organisasi apakah Centers for Disease Control and Prevention itu?

Jawaban: CDC adalah lembaga kesehatan masyarakat nasional Amerika Serikat. Lembaga ini adalah bagian dari U.S. Department of Health and Human Services (Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan), sebuah Lembaga se-tingkat kementerian pada pemerintah federal.

Misi dasar CDC adalah untuk mengendalikan dan mencegah penyakit menular dan kronis sekaligus menganjurkan terciptanya kesehatan yang baik.

Ilmuwan CDC mengumpulkan kelelawar di hutan Maramagambo di Uganda untuk mempelajari cara penularan virus Marburg dari kelelawar ke manusia.
Foto: © Bonnie Jo Mount/The Washington Post/ Getty Images

Pertanyaan: Bagaimana riwayat terbentuknya CDC? Dan bagaimana CDC merespons keadaan darurat kesehatan sebelum ini?

Jawaban: Berpusat di Atlanta, CDC awalnya didirikan dengan nama Communicable Disease Center (Pusat Penyakit Menular) pada tahun 1946, menggantikan pendahulunya, yaitu program Pengendalian Malaria di Wilayah Perang.

Pangkalan-pangkalan militer yang dibangun selama Perang Dunia II di daerah-daerah menjadi sarang nyamuk, dan program tersebut bekerja untuk menghentikan penyebaran infeksi malaria dari nyamuk ke warga sipil.

Setelah malaria berhasil dikendalikan di Amerika Serikat, CDC memperluas fokusnya dengan memasukkan penyakit lain, termasuk tifus, disentri, rabies, dan sampar. Wabah polio yang terjadi pada 1952 menewaskan 3.145 orang Amerika dan membuat lumpuh 21.000 lainnya.

Tapi pada 1955, dokter Amerika bernama Jonas Salk, yang bekerja sama dengan CDC, mengembangkan vaksin pertama yang efektif mengatasi polio. Polio berhasil diberantas di Amerika Serikat sejak 1979.

Bagaimana CDC menghadapi virus novel corona 2019?

Jawaban: Pada 20 Januari 2020, CDC mengerahkan Pusat Operasi Darurat untuk membantu para mitra kesehatan masyarakatnya untuk merespons wabah yang bermula di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Para pakar di CDC memantau dan berbagi informasi, mempersiapkan penanganan krisis kesehatan masyarakat, dan membuat keputusan cepat secara kolaboratif. Selama keadaan darurat ini, CDC memerintahkan karantina selama dua minggu untuk warga Amerika yang dievakuasi dari Wuhan.

Ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun CDC memerintahkan karantina. CDC menyebarkan seruan selagi menyelidiki virus, yang saat ini belum diketahui obatnya.

“Mempersiapkan diri untuk menghadapi wabah semacam ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari … bagi para petugas profesional kesehatan masyarakat Amerika,” kata Alex Azar, Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, departemen yang mengawasi CDC.

Apakah CDC juga membantu negara lain?

Jawaban: CDC memiliki catatan panjang dalam membantu menangani masalah kesehatan masyarakat global, termasuk munculnya HIV/AIDS pada tahun 1980-an dan wabah Ebola pada tahun 2014.

Bekerja sama dengan para pejabat di seluruh dunia bukanlah hal yang baru. CDC telah mengirimkan ratusan paket tes ke seluruh dunia dan berencana untuk mengirim ribuan lagi. Vietnam, misalnya, akan menerima 4.000 paket untuk rumah sakit dan laboratorium kesehatan masyarakat di Hanoi, Nha Trang, dan Ho Chi Minh City.

CDC menerjemahkan panduan kesehatan ke bahasa Rusia di Kazakhstan dan melatih pekerja kesehatan tentang prosedur pengumpulan sampel di sejumlah rumah sakit di luar negeri. CDC memiliki seorang pakar di Cina sebagai bagian dari tugas yang sedang berlangsung di sana dan berharap untuk mengirimkan dukungan tambahan.

“Kami sedang mempersiapkan diri seolah-olah itu adalah pandemi berikutnya sambil berharap agar itu tidak terjadi,” kata Dr. Barbara Marston, kepala Gugus Tugas Internasional untuk Virus Corona di CDC.

Para pekerja CDC di Wuhan, Cina, memeriksa informasi yang dikumpulkan dari pasien yang mungkin mengidap virus novel corona 2019 pada 4 Februari.
Foto: © Feature China/Barcroft Media/ Getty Images

Sumber: share.america.gov

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.