HETANEWS

Ilmuwan: Physical Distancing Perlu Dilakukan Selama Setahun atau Lebih

Warga Kota Debrecen, Hungaria berdiri berjauhan saat mengantre di depan kantor pos. Foto: AP Photo/MTI/Zsolt Czegledi

Hetanews.com - Para ilmuwan mengatakan, kita memiliki pilihan yang mengerikan: melakukan penjarakan fisik (physical distancing) selama berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun, atau membiarkan ratusan ribu orang meninggal karena virus corona.

Kehidupan di banyak negara di dunia berubah drastis. Secara fisik kita menjauhkan diri dari orang-orang terdekat kita, menghindari tempat-tempat umum favorit kita, dan banyak yang rugi secara finansial atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Respons terhadap pandemi COVID-19 menyusup ke setiap aspek kehidupan, dan kita sudah menanti-nanti kapan pandemi ini akan berakhir. Namun, ini mungkin tidak akan berakhir selama berbulan-bulan atau satu tahun atau bahkan lebih.

Physical distancing yang kita praktikkan saat ini dilakukan karena para ahli kesehatan masyarakat percaya ini adalah cara terbaik untuk mencegah krisis mengerikan, di mana semua rumah sakit dibanjiri oleh pasien COVID-19. Bahkan saat ini, ventilator dan tempat tidur ICU yang dibutuhkan telah semakin terbatas.

Menurut Adam Kucharski, ahli epidemiologi di London School of Hygiene & Tropical Medicine, “virus ini akan menyebar, kemungkinan selama satu atau dua tahun, jadi kita perlu memikirkan skala waktu itu.

“Tidak ada pilihan yang baik di sini. Setiap skenario memiliki kelemahan yang sangat besar. Saat ini, tampaknya satu-satunya cara untuk mengurangi transmisi berkelanjutan adalah tindakan physical distancing,” ujarnya, dikutip dari Vox.

Para pekerja distribusi makanan di Kota Washington, D.C., Amerika Serikat, Senin, 16 Maret 2020 berdiri berjauhan saat mendengarkan Wali Kota Muriel Bowser berpidato tentang tanggapan kota terhadap wabah penyakit COVID-19.
Foto: Jacquelyn Martin/Associated Press

Kita juga perlu sesuatu untuk menghentikan virus agar benar-benar tidak mengancam lagi. Sesuatu itu bisa berupa vaksin atau kekebalan kawanan (herd immunity).

Kekebalan kawanan adalah masa di mana cukup banyak orang telah terjangkit virus, kemudian mereka kebal, dan akhirnya memperlambat penyebarannya.

Kekebalan kawanan belum dapat dijamin pasti. Saat ini masih belum jelas apakah (setelah periode berbulan-bulan atau bertahun-tahun) seseorang dapat kehilangan kekebalannya dan dapat terinfeksi kembali dengan virus itu (yang akan membuat pencapaian kekebalan kawanan lebih sulit).

Selain itu, kekebalan kawanan mungkin akan tercapai setelah jutaan orang terinfeksi, bahkan mungkin meninggal. Dilansir dari Vox, Jennifer Nuzzo, ahli epidemiologi di Johns Hopkins Center for Health Security, setuju physical distancing mungkin perlu dilakukan setidaknya selama beberapa bulan.

“Mungkin orang-orang tidak akan siap untuk itu, dan saya tidak yakin kita bisa tahan dengan itu,” katanya.

“Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh para pemimpin politik. Menurut saya, bahkan jika ini diperlukan, sepertinya tidak akan berkelanjutan. Sulit membayangkan semua orang tinggal di rumah selama berbulan-bulan.”

Mengingat kemungkinan perlunya physical distancing selama berbulan-bulan, otoritas kesehatan publik mungkin perlu mencapai keseimbangan: Apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegah gelombang kematian yang besar, tetapi juga membuat hidup sedikit lebih mudah dijalani?

Di sini, wawasan yang lebih luas dan mendetail tentang virus corona akan membantu.

“Cara kita menghadapi ketidakpastian ini adalah dengan menutup semua ‘pangkalan virus’,” tutur Peter Hotez, Dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College, dikutip dari Vox.

“Setahun dari sekarang, kita akan menyadari beberapa hal yang kita lakukan mungkin tidak perlu.”

Namun, Hotez menambahkan, kita harus tetap waspada karena virus yang masih belum terlalu diketahui ini. Para ilmuwan masih mencari kelompok orang mana, dan di lokasi mana, yang paling mungkin untuk menularkan virus corona.

Jika ternyata anak-anak tidak memainkan peran besar dalam menularkan penyakit ini, mungkin akan masuk akal untuk membuka kembali sekolah.

Larangan bepergian (jika terbukti tidak efektif) mungkin akan dicabut. Orang-orang mungkin masih diminta untuk bekerja dari rumah. Restoran juga mungkin akan dibuka kembali dengan tempat duduk terbatas.

“Setelah semuanya menjadi lebih baik, kita harus mengambil pendekatan yang bijaksana untuk mencegah semuanya kembali memburuk,” ucap Krutika Kuppalli, dokter penyakit menular di Johns Hopkins University Center for Health Security, kepada Vox.

Negara-negara lain juga dapat mencontoh Korea Selatan dan China, melihat apa yang berhasil dilakukan di negara-negara itu untuk mitigasi jangka panjang. Misalnya, Korea Selatan sangat agresif dalam melakukan tes, menemukan kasus, dan melacak rantai kontak mereka, untuk menekan jumlah kasus.

“Itu telah terbukti berhasil sejauh ini, menurut data yang kami dapatkan dari Korea Selatan,” ujar Mauricio Santillana, Direktur Machine Intelligence Lab di Boston Children’s Hospital, dikutip dari Vox.

Masih banyak yang belum diketahui tentang virus corona, dan bagaimana semuanya akan terjadi. Hidup mungkin terasa sangat sulit selama beberapa bulan ke depan. Namun, ketahuilah: pandemi ini pasti akan berakhir. Yang belum kita ketahui saat ini adalah kapan.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.