HETANEWS

Pemadam Kebakaran Pertaruhkan Nyawa demi Selamatkan Nyawa

Pemadam kebakaran Pemko Siantar, saat berusaha memadamkan kobaran api. (foto/hen)

Siantar, hetanews.com - Kilas kisah perjuangan para petugas pemadam kebakaran yang berjuang menyelamatkan nyawa, sambil melawan kobaran api.

Kita bisa sama - sama melihat, peristiwa terbakarnya ruko penjual kebutuhan sembahyang, seperti dupa, lilin dan lainnya, pada Rabu dini hari (25/3/2020).

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras dengan segala keterbatasan alat, maupun personel.

Mereka harus berjibaku untuk memadamkan api, termasuk menyelamatkan korban yang bisa diselamatkan.

Tak jarang, para petugas juga dalam tugasnya mengalami kecelakaan kerja, pada saat bertarung memadamkan sijago merah.

Mungkin itu luka bakar, maupun sulitnya mendapat air minum, saat rasa haus datang.

Pantang pulang sebelum padam, itulah selogan yang mereka pegang teguh.

Mereka mengabdi tanpa kenal pamrih, tentunya dengan tugas yang berat, tambah dengan risiko yang sangat besar yang diembanya. Sudah seharusnya pemadam kebakaran, diberi penghargaan.

Tugas terberat, saat petugas damkar menjumpai sejumlah tantangan maupun kendala, seperti kurangnya pelengkapan, berupa baju panas (tahan api), selang air, oksigen, serta mobil sky lif (mobil tangga).

Apalagi saat berusaha memadamkan ruko yang terbakar, tentu kendalanya semakin sulit.

"Sekedar untuk kita ketahui, bila damkar tiba di lokasi, kita terkadang kewalahan menghubungi pihak PLN untuk memutus hubungan arus listrik, agar bisa langsung penyiraman, karena air merupakan penghantar arus terbaik. Lalu perlu juga akses gang kebakaran, jangan digunakan untuk usaha atau dikunci mati, karena itu juga salah satu akses kita. Dan kepada masyarakat, tolong kami jangan diganggu atau ikut membantu memadamkan, apabila api masih berkobar, beri kami  ketenangan untuk bertugas,"ujar salah seorang petugas, berinisial R.

Ia juga berharap adanya perhatian Pemerintah atas kepedulian dan melihat personil damkar, maupun  fasilitas, seperti baju dinas sehari - hari, ekstra puding dan kesejahteraan lembur dan gaji honorer. Apalagi mengingat biaya hidup yang begitu tinggi saat ini.

"Kesiapan para personil, kami siaga 24 jam, dengan resiko yang tinggi kami hadapi, meninggalkan keluarga, bahkan sebahagian personil berdomisil di Kabupaten Simalungun. Kami juga kekurangan personil. Dan kami juga perlu pelatihan khusus pemadam 1 dan 2. Sebenarnya tugas kami sebagai damkar tidak hanya menangani kebakaran akan tetapi kita juga harus mampu  mengeksekusi hewan. Sperti  contohnya berada di rumah masyarakat dan kami kekurangan alat untuk itu," ucapnya.

Dan sering kali, damkar mendapat telpon gelap alias informasi fiktif, sehingga kadang membuat para petugas kecewa.

Penulis: hen. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.