HETANEWS

Jangan Mudah Percaya, 9 Mitos Virus Corona Ini Ternyata Salah

Mitos virus corona yang salah. (Foto/detik.com)

Jakarta, hetanews.com - Virus Corona atau Covid-19 saat ini tengah menimbulkan banyak kekhawatiran masyarakat. Bagaimana tidak, jumlah pasien terinfeksi yang semakin bertambah setiap harinya membuat setiap orang semakin menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan. Namun tidak hanya itu saja, mudah percaya dengan informasi-informasi yang ternyata salah juga bisa menambah kekhawatiran dan kepanikan.

Agar tidak salah informasi, Faheem Younus, MD, selaku kepala penyakit menular University of Maryland Upper Chesapeake Health, membagikan beberapa mitos virus Corona yang ternyata salah. Dia membagikan hal tersebut melalui unggahan akun Twitter pribadinya yang bernama @FaheemYounus. Berikut ini sembilan mitos virus Corona yang ternyata salah:

Mitos Salah 1: Hindari Paket yang Dikirim/ Pom Bensin/ Kereta Belanja/ ATM
Virus dan bakteri mungkin memang bisa menempel pada hal-hal tersebut, paket yang dikirim, pom bensin, kereta belanja, atau ATM. Namun permukaan yang bisa menyebabkan infeksi bukanlah hal-hal tersebut. Yang terpenting adalah selalu rutin mencuci tangan untuk mencegah infeksi virus dan bakteri.

Mitos Salah 2: Kemasan Makanan, Makanan, Makanan China Dapat Menularkan Corona
Covid-19 atau virus Corona adalah infeksi yang disebabkan oleh tetesan cairan dari orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin. Infeksi Covid-19 atau virus Corona tidak ditularkan melalui makanan, seperti salmonella, dll. Jadi tidak ada risiko infeksi Covid-19 atau virus Corona yang disebabkan karena makanan yang dibawa pulang.

Mitos Salah 3: Bersauna Selama 20 Menit Dapat Membunuh Virus Corona
Tidak ada penelitian yang menguji coba hal ini. Justru sauna dapat menyebabkan pneumonia, folikulitis, dan penyakit lainnya.

Mitos Salah 4: Kehilangan Fungsi Indera Penciuman Menandakan Terinfeksi Corona
Sebenarnya kehilangan indera penciuman sementara karena infeksi alergi atau virus adalah hal yang wajar. Ini bukanlah gejala spesifik dari infeksi Covid-19 atau virus Corona. Jadi belum tentu seseorang yang kehilangan indera penciuman berarti terinfeksi Covid-19 atau virus Corona.

Mitos Salah 5: Meminum Hydroxychloroqui dan Azithromycin Bisa Cegah Infeksi Corona
Obat-obatan tersebut hanya boleh digunakan oleh pasien terjangkit Covid-19 tertentu. Bahkan terkadang obat-obatan tersebut bisa berpengaruh pada irama detak jantung yang fatal ditambah efek samping lainnya.

Mitos Salah 6: Mengonsumsi Bawang Putih atau Lemon dengan Air Panas Dapat Cegah Corona
Tidak satupun dari bahan-bahan tersebut yang sudah teruji dapat melawan Covid-19 atau virus Corona.

Mitos Salah 7: Pemerintah Menyatakan Keadaan Darurat Berarti Kita Semua Sekarat
Keadaan darurat tidak berarti bahwa kita semua sekarat. Keadaan darurat berfungsi untuk membuat pemerintah lebih leluasa mengakses banyak sumber daya, seperti dana federal, dan personel, seperti penjaga nasional.

Mitos Salah 8: Tidak Mandi atau Mengganti Pakaian Setelah Pulang Akan Bantu Sebarkan Virus Corona ke Keluarga
Kebersihan adalah hal yang utama namun jangan jadikan hal tersebut sebagai hal yang membuatmu menjadi paranoid. Jadi jangan menakuti orang lain dengan hal ini. Cara pencegahan terbaik untuk virus Corona adalah dengan mencuci tangan, memberi jarak sosial sekitar 2 meter, menghindari keramaian, dll.

Mitos Salah 9: Percaya Pada Pesan dari Dokter di Italia atau China 
Dokter sungguhan menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah, bukan di media sosial. Ada banyak penelitian-penelitian bagus terpercaya yang telah dipublikasikan. Jadi jangan mudah percaya pada penelitian yang hanya dipublikasikan di media sosial dan memicu informasi yang salah.

Itulah 9 mitos mengenai virus Corona yang tidak tepat. Semoga dengan mengetahui hal ini kita semua menjadi lebih paham dan terhindar dari informasi yang salah yang bisa membuat kita semakin panik. 

Sumber: Detik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.