HETANEWS

Pemilik Ruko Jalan Surabaya yang Terbakar Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Ini Keterangan Anak Korban

Korban Khon Siang Lang, berada dalam kantong jenazah, ketika dibawa anggota BPBD Siantar dari lokasi kebakaran. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Peristiwa terbakaarnya satu unit rumah toko (Ruko) berlantai tiga, di Jalan Surabaya, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Rabu (25/3/2020) dini hari, sekira pukul 00.30 WIB, ternyata menelan korban jiwa.

Satu orang wanita, bernama Khon Siang Lang (60) yang merupakan pemilik ruko tersebut, ditemukan tewas dalam kondisi telungkup, di dalam kamar mandi lantai 1 ruko tersebut. 

Menurut keterangan dari Agung, anak pertama dari korban, saat kejadian kebakaran itu, ibu Agung, tinggal bersama dengan adiknya, bernama Antoni, didalam ruko tersebut.

"Saya pun pada saat itu sedang berada di Kota Medan, karena mendengar ruko ibu saya terbakar, makanya saya langsung buru-buru ke sini (Kota Siantar). Tau-taunya, api sudah besar," ucap Agung saat berada di depan ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih, Rabu (25/3/2020) siang, pukul 12.00 WIB.

Agung juga bercerita, setelah ruko milik ibunya itu terbakar, adik dan satu orang temannya, sudah terlebih dulu keluar. Hanya saja saat adiknya dan temannya sudah berada di depan pintu, ibunya masuk kedalam rumah lagi.

Baca juga: Satu Unit Ruko di Jalan Surabaya Hangus Terbakar, Api Masih Menyala

"Ibu saya masuk lagi kedalam ruko, karena ada sesuatu yang mau diambil. Tapi pada saat ibu saya masuk, apinya sudah semakin membesar. Dan ibu saya meninggal, kemungkinan sesak nafasnya, lantaran tebalnya asap," akhirnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan, membenarkan tewasnya pemilik ruko itu, bernama Khong Siang Lang dan pada saat ditemukan dalam kondisi telungkup didalam kamar mandi.

"Meninggalnya korban karena sesak nafas karena tebalnya asap dan pada saat itu dirinya berlari kedalam ruang kamar mandi. Jenazah korban sekarang sedang dibersihkan didalam ruang forensik. Keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi, sehingga kita menyarankan keluarga korban untuk membuat surat pernyataan," ucapnya.

Lanjutnya, mayat korban akan langsung dibawa ke salah satu yayasan sosial yang berada di Jalan Cokro untuk disemayamkan.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.