HETANEWS

Hakim PN Simalungun Ringankan Vonis Akong Pemilik Sabu

AkongĀ  digiring jaksa Vernando, meninggalkan ruang sidang usai divonis 4,6 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, pimpinan Hendrawan Nainggolan, meringankan vonis Erhan Fazrian als Akong (30), warga jalan Indah Sari Sinaksak Tapian Dolok, jadi 4,6 tahun penjara.

Sebelumnya, Akong dituntut 5,6 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara oleh jaksa, Augus Vernando Sinaga SH.

Putusan hakim tersebuit, dibacakan dalam persidangan, Selasa (24/3/2020), di PN Simalungun. Akong  terbukti memiliki 0,34 gram sabu dan dinyatakan bersalah, melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Terdakwa didampingi pengacara Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, menyatakan menerima putusan tersebut, sedangkan jaksa masih pikir-pikir.

Menurut majelis hakim, Akong terbukti membeli sabu secara patungan bersama Doni (DPO) seharga 300 ribu. Lalu terdakwa membawa uang tersebut untuk membeli sabu dari Toyib, dengan lokasi transaksi, di depan Rumah Sakit Horas Insani, Jalan Medan Pematangsiantar.         

Setelah menerima sabu, terdakwa pulang ke rumahnya, di Sinaksak dan bermaksud menemui Doni.

Lalu Doni menyuruh terdakwa untuk menemuinya, di depan Alfamart, jalan Medan, Kelurahan Sinaksak. Hingga Akong ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Simalungun, Andi Nainggolan dan Syarif Noor Solin saat menunggu Doni.          

Terdakwa diamankan bersama barang bukti 6 klip sabu dari dalam kotak rokok dunhill yang diakui milik terdakwa dan Doni yang dibeli dari Toyib. Barang bukti tersebut dinyatakan untuk dimusnahkan.

Alasan hakim meringankan hukuman terdakwa, karena Akong belum pernah dihukum dan berterus terang.

Terdakwa juga menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.