HETANEWS

Pria di Aceh Pingsan di Cafe karena Hipertensi, Bukan Terkena Corona

Polsek Lhoksukon bersama Puskesmas Lhoksukon memberikan pertolong pertama tindakan medis.

Aceh, hetanews.com - Seorang warga di Aceh Utara, secara tiba-tiba tak sadarkan diri saat tengah berada di salah satu warung di kawasan Lhoksukon, Aceh.

Warga yang berada di sekitarnya, tidak berani mendekat karena takut diduga terkena virus corona. Video singkat yang menampilkan warga tersebut beredar di grup-grup WhatsApp.

Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riyandi, memastikan warganya yang pingsan bukan karena COVID-19 tapi memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

Dijelaskan Riyandi, seorang warganya berusia 51 tahun berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan tak sadar diri sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (23/3) di Cafe Awai Kupi, Kuta Lhoksukon.

Sebelumnya sekitar pukul 09.00 WIB, setelah pulang dari tempat kerjanya dia singgah di warung tempat biasa ia minum kopi.

“Setelah selesai minum kopi ia merasa pusing dan tiba-tiba jatuh pingsan tidak sadarkan diri,” kata Riyandi, dalam keterangannya Selasa (24/3).

Kejadian itu ikut menarik perhatian dan membuat warga sekitar panik (takut) karena di tengah isu corona. Pemilik cafe kemudian melapor ke Polsek Lhoksukon, atas laporan itu personel polsek bersama dengan pihak puskesmas mendatangi lokasi untuk melakukan pertolongan, dan membawanya ke Puskesmas Lhoksukon.

Polsek Lhoksukon
Polsek Lhoksukon bersama Puskesmas Lhoksukon memberikan pertolong pertama tindakan medis.

“Informasi yang didapat dari kepala puskesmas serta pihak keluarga korban, bahwa korban mengalami darah tinggi. Sering mengalami pingsan dan tidak sadarkan diri, dan menurut keluarganya ini merupakan kejadian keempat kalinya,” ujarnya.

Selanjutnya dari hasil pengecekan medis oleh pihak puskesmas, tensi tekanan darah dari korban berjumlah 220 mmHg. Menurut Riyandi, bagi orang normal jumlah darah tersebut tidak mampu ditahan oleh korban. Sehingga menyebabkan korban jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

“Setelah mendapatkan pertolongan pertama tindakan medis dari pihak puskesmas Lhoksukon, korban langsung dirujuk ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan tindakan medis selanjutnya,” pungkasnya.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.