HETANEWS

Mantan Sekda Siantar Diperiksa di Unit Tipikor Terkait Tugu Raja Sangnaualuh

Budi Utari saat memasuki ruang Tipikor Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar, Budi Utari, diperiksa di ruangan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Siantar, di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (20/3/2020), sekira pukul 14.15 WIB.

Budi Utari yang datang mengenakan baju berwana pink, diperiksa terkait pemberhentian pekerjaan tugu Raja Sangnaualuh yang dibangun di Lapangan Adam Malik, Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, pada tahun 2018 silam.

Dan diketahui, pengerjaannya tugu itu telah mencapai 52 persen, sehingga menimbulkan kerugian hampir Rp1 Milyar atau tepatnya sekitar Rp  913 juta.

Kemudian, seusai laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per tanggal 31 Desember, pengerjaan pembangunan tugu Raja Sangnauwaluh itu, dikerjakan oleh CV AKU dengan nilai kontrak Rp 1,751,522.

Selain itu juga, kontraktor telah menerima pembayaran sebesar Rp 525,465,600. Setelah pengerjaan pembangunan tugu Raja Sangnawaluh dihitung pasca dihentikan mencapai Rp 913,825,702.

Akibatnya Pemko Pematangsiantar berhutang kepada kontraktor mencapai Rp 388,364,102. Pasca penghentian pembangunan tugu Raja Sangnauwaluh, BPK mencatat, ada pemborosan keuangan sebesar Rp 913 juta.

Pembangunan tugu Raja Sangnauwaluh dihentikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan surat bernomor 00003/Penghentian/Kontraktor PML/PSPA/XII/2018/Tertanggal 6 Desember.

Sehingga diputus kontrak pembangunan tugu Sangnauwaluh, yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), setelah Plt Kadis PUPR Pematangsiantar menerbitkan surat bernomor 602/1616/XII/PUPR/2018 Tentang penghentian kontrak dan kegiatan.

Atas hal tersebut, BPK menyatakan kondisi tidak sesuai dengan Peraturan Presiden dengan nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah terakhir dengan nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Kasat Reksrim, Iptu Nur Istiono, ketika dikonfirmasi wartawan, mengatakan, hingga sekarang, kasus tugu Raja Sangnaualuh tersebut masih dalam proses.

"Kita lihat saja nanti, yang jelas masih dalam proses. Kalau siapa saja yang diperiksa, nanti saya cek lagi ya," ujarnya sembari berjalan, menuju arah Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih.

Di tempat yang sama, Budi Utari, ketika dikonfirmasi terkait kedatangannya ke Polres Siantar mengatakan, kalau kedatangannya untuk memenuhi panggilan dari penegak hukum, tentang tugu Raja Sangnaualuh.

"Kedatangan saya kesini terkait tugu Raja Sangnaualuh, namun pemeriksaannya ditunda karena ada dokumen yang harus dilengkapi lagi. Dan tadi yang ditanya seperti biasa saja, apakah dalam keadaan sehat, seperti itu saja," akhirnya sembari meninggalkan sejumlah awak media saat berada di Polres Siantar.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.