HETANEWS

3 Skenario UEFA untuk Liga Champions yang Terhenti karena Virus Corona

Logo Liga Champions. Foto: Dok. UEFA

Jakarta, hetanews.com - Virus Corona yang pertama kali ditemukan Desember tahun lalu di China telah menjadi pandemi. Negara-negara di benua Eropa tak luput dari sentuhan virus dengan kode Covid-19 tersebut.

Italia menjadi negara Eropa dengan kasus terbanyak yakni 35 ribu lebih dengan korban meninggal nyaris menyentuh angka 3.000. Tak hanya memakan korban jiwa, virus Corona juga membuat sejumlah kompetisi sepak bola di Benua Biru terhenti.

Kompetisi yang berhenti karena virus Corona satu di antaranya adalah Liga Champions. Saat ini, Liga Champions telah memasuki babak 16 besar. Belum diketahui, kapan Liga Champions akan bergulir kembali. Namun UEFA bertekad akan menuntaskan semua liga domestik per 30 Juni 2020.

Babak 16 besar tinggal menyisakan empat pertandingan lagi. Juventus akan berhadapan dengan Olympique Lyon, Real Madrid vs Manchester City, Barcelona meladeni Napoli, serta Chelsea ditantang Bayern Munchen. Seperti dilansir Sportskeeda, berikut tiga skema yang mungkin diambil UEFA untuk Liga Champions.

1. Berlanjut Seperti Biasa

Para pemain Atletico Madrid merayakan kemenangan atas Liverpool pada laga Liga Champions di Stadion Anfield, Rabu (11/3/2020). Liverpool takluk 2-3 dari Atletico Madrid.
Foto: AP/Jon Super

Opsi ini tampaknya menjadi yang paling diinginkan semua klub peserta. Maklum, tidak ada klub yang diuntungkan atau dirugikan jika opsi tersebut diambil. Opsi ini dapat saja diambil setelah UEFA memutuskan menunda gelaran Piala Eropa 2020 ke tahun depan.

Itu membuat Liga Champions 2019/20 mungkin digelar dengan format biasa. Saat ini, empat klub telah memastikan lolos ke fase selanjutnya. Mereka antara lain, Atletico Madrid, RB Leipzig, Paris Saint Germain, dan Atalanta.

2. Pangkas Pertandingan UEFA Nations League

Logo Nations League pada acara undian di markas UEFA, Lausanne, Swiss, Rabu (24/1/2018).
Foto: AFP/Philippe Desmazes

Selain Liga Champions, UEFA juga masih punya Nations League yang harus bergulir. Namun tampaknya Liga antar-negara benua Eropa itu dapat saja 'dikorbankan'. Ya, UEFA dapat memangkas pertandingan semifinal dan final menjadi hanya satu leg.

Lagipula, sejumlah negara-negara Eropa juga tengah menjalankan lockdown. Jika opsi ini yang diambil UEFA, Liga Champions babak perempat hingga semifinal dapat berlangsung dua leg. Final Liga Champions musim ini akan diadakan di Istanbul, Turki.

3. Dibekukan

Trofi Liga Champions.
Foto: AP Photo/Claude Paris

Opsi dibekukan dapat menjadi yang opsi terakhir UEFA. Tidak dipungkiri keselamatan nyawa lebih penting dari sepak bola. Pertandingan Liga Champions tentu akan menyedot banyak suporter ke stadion. Hal tersebut akan memperbesar peluang virus corona menyebar.

UEFA boleh saja bertekad menuntaskan semua kompetisi domestik pada 30 Juni. Namun itu bisa saja tidak terwujud. Pasalnya, pandemi virus corona belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sumber: bola.com

Editor: tom.