HETANEWS.COM

Eks Pemain PSMS Medan Diduga Dianiaya-Dipaksa Akui Utang

Ilustrasi penganiayaan. (Int)

Medan, hetanews.com - Mantan pemain PSMS Medan, Fauzi Pulungan (52), mengaku dianiaya sekelompok pria di Stadion Kebun Bunga, Medan. Fauzi pun telah melaporkan hal tersebut ke polisi.

"Sudah dilaporkan ke Polsek Medan Baru dengan nomor: LP/306/III/2020/Sek Medan Baru, tanggal 7 Maret 2020," kata pengacara Fauzi Pulungan, Irwansyah, Kamis (19/3/2020).

Irwansyah menyebut peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat (6/3) sore. Saat itu korban sedang berjalan ke stadion.

Kemudian, kata Irwansyah, ada beberapa pria yang mendatangi kliennya. Para pria itu disebut membahas masalah utang, namun dia menyebut kliennya tak paham masalah utang yang dimaksud.

"Sehingga terjadi argumentasi, berujung kepada pemukulan dan pengeroyokan. Pria tersebut lebih lima orang," sebut Irwansyah.

Setelah dipukul dan dikeroyok, korban dibawa lagi ke belakang toilet stadion tersebut. Tangannya diikat, diinterogasi, dan dipaksa untuk mengakui utang.

"Korban lalu dipukuli berdarah-darah, pecah bibir, rusuk patah. Setelah itu, korban dibawa lagi ke daerah Klambir Lima," ujar Irwansyah.

Di sana, kata Irwansyah, ada seorang lelaki yang mengaku sebagai aparat melakukan interogasi lagi. Mereka lalu disebut memaksa Fauzi mengakui dan menandatangani surat.

"Di atas ancaman dan paksaan, jari korban dicap di surat pernyataan tersebut," ujar Irwansyah.

Setelah itu, pihak kepolisian setempat datang dan membawanya ke polsek. Lalu, salah seorang pria yang diduga pelaku meminta polisi memasukkan korban ke penjara.

Polisi disebut sempat mendengar keterangan dari kedua belah pihak. Setelah itu, Fauzi diminta membuat laporan polisi dan visum.

"Korban ke RS Bhayangkara lakukan visum. Lalu, pihak RS meminta untuk dirawat. Korban, yang khawatir, minta pindah rumah sakit. Lalu ke RS Mitra Sejati. Karena mahal, lalu pindah lagi ke RS yang ada di Amplas," ujar Irwansyah.

"Anak korban pun ada membuat laporan ke Polda Sumut dengan Nomor LP/III/2020/SUMUT/SPKT "II", tanggal 7 Maret 2020. LP tersebut adalah Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan," sambungnya.

Sementara Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing membenarkan bahwa Fauzi telah membuat laporan ke pihaknya. Namun dia belum menjelaskan kasus tersebut secara detail.

"Sudah (dibikin). Sedang kita proses, yang pasti kita profesional," ujar Kompol Martuasah saat dimintai konfirmasi terpisah.

sumber: detik.com

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan