HETANEWS

Facebook dan Google Perangi Virus Korona dengan Melacak Rute Perjalanan Penderita

Facebook dan Google dilaporkan sedang berdiskusi dengan pemerintah AS untuk mencegah penyebaran virus korona (Foto: AFP)

Washington, hetanews.com  - Dua perusahaan teknologi raksasa Facebook dan Google dilaporkan sedang mendiskusikan upaya mencegah penyebaran virus korona dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Peran yang bisa diemban dua perusahaan ini adalah melacak perjalanan para pengguna yang terinfeksi virus korona 14 hari sebelumnya.

Permasalahan yang dihadapi, Facebook dan Google harus menggunakan data pribadi pengguna untuk pelacakan, isu sensitif di AS.

Cara kerjanya dengan mengumpulkan informasi pengguna melalui smartphone mereka, namun yang ditampailkan hanya anonim. Dari situ akan diketahui peta sebaran penderita virus korona.

Selain itu manfaat dari proyek ini adalah memprediksi kebutuhan medis yang diperlukan di suatu lokasi.

Juru bicara Google Johnny Luu mengatakan kepada Washington Post, perusahaan sedang mengeksplorasi cara untuk mengumpulkan informasi lokasi yang dianonimkan untuk membantu melawan Covid-19.

Penggunaan data pribadi di AS sangat sensitif setelah terjadi beberapa skandal, seperti pada 2011 ketika Badan Keamanan Nasional diketahui mengumpulkan catatan telepon tanpa izin.

Namun untuk kasus virus korona, perusahaan Silicon Valley sebenarnya mendapat dukungan. Keahlian dan kecanggihan teknologi yang mereka miliki untuk melacak penderita sangat ditunggu.

Pekan lalu sekitar 50 tenaga medis dan ahli menandatangani surat terbuka yang meminta perusahaan untuk bertindak.

"Jelas bahwa upaya besar-besaran oleh platform teknologi dapat memperberat timbangan ke sisi kanan untuk menahan pandemi dan menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa," demikian pernyataan bersama para dokter, ahli epidemiologi, dan peneliti, seperti dikutip dari AFP.

Peran lain yang diharapkan dari platform media sosial adalah menyiarkan video-video pendidikan seputar kesehatan, terutama terkait virus korona. Perusahaan transportasi online diminta mendistribusikan produk desinfektan dan e-commerce membatasi jumlah pembelian masker dan hand sanitizer per orang.

sumber: iNews.id

Editor: gun.