HETANEWS

Akong Pemilik Sabu Diancam Jaksa 5,6 Tahun Penjara

Akong  digiring jaksa Vernando, meninggalkan ruang sidang usai dituntut 5,6 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Erhan Fazrian als Akong (30), warga jalan Indah Sari Sinaksak, Tapian Dolok, dituntut hukuman 5,6 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara. Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa Augus Vernando Sinaga SH, di PN Simalungun, Rabu (18/3/2020).

Menurut jaksa, Akong terbukti memiliki 0,34 gram sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. 

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, memohon agar hakim meringankan hukumannya dengan alasan menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Akong terbukti membeli sabu secara patungan bersama Doni (DPO) seharga Rp300 ribu. Lalu terdakwa membawa uang tersebut untuk membeli sabu dari Toyib, dengan lokasi transaksi di depan Rumah Sakit Hiras Insani, Jalan Medan.

Setelah menerima sabu, terdakwa pulang ke rumahnya di Sinaksak dan bermaksud menemui Doni. Lalu Doni menyuruh terdakwa untuk menemuinya di depan Alfamart, jalan Medan, Kelurahan Sinaksak. Hingga Akong ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Simalungun, Andi Nainggolan dan Syarif Noor Solin saat menunggu Doni.

Terdakwa diamankan bersama barang bukti, 6 klip sabu dari dalam kotak rokok Dunhill yang diakui milik terdakwa dan Doni yang dibeli dari Toyib. Untuk pembacaan putusan hakim sidang ditunda hingga Senin.

"Untuk putusan, sidang ditunda Senin (22/3/2020) mendatang,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.