HETANEWS

7 Terdakwa Pelaku Penganiaya Anggota TNI Divonis Bervariasi di PN Siantar

Ke-7 terdakwa usai divonis menuju sel tahanan sementara di PN Siantar. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com -  Terbukti melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota TNI, 7 terdakwa divonis bervariasi, di PN Siantar, Senin (16/3/2020).

Ke-7 terdakwa, Bintang Siagian (35), Abed Nego Silalahi (28), Eliatman Saragih (44), Chandro Riski Tamba (25) , Feriandi Sihombing (32), semuanya warga Sitalasari dan Jhon Horas Silalahi, warga Siantar Utara, masing - masing divonis 8 bulan penjara. Sedangkan terdakwa MJS (23), berstatus mahasiswa, divonis 6 bulan penjara.

Putusan hakim, pimpinan Danar Dono tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Heri Santoso SH, yang sebelumnya menuntut semua terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun. Para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 170 (1) (2) ke-1 KUH Pidana.

Menurut hakim, para terdakwa telah terbukti, pada Kamis, 14 November 2019 lalu, sekira pukul 00.30 WIB, di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, melakukan penganiayaan terhadap saksi korban, Sulaiman.

Tengah malam itu, para terdakwa memesan nasi goreng, di warung Sulistiani Safitri (istri korban).

Terdakwa Abed Nego Silalahi, lalu buang air kecil di belakang warung secara sembarangan. Saksi korban pun menunjukkan arah kamar mandi, tapi tak dihiraukan.

Sehingga Abed Nego merasa kesal dan mengajak terdakwa lainnya untuk membatalkan pesanan nasi goreng yang sudah dimasak. Saksi korban marah dan terdakwa Abed Nego, memukul wajah korban. "Sepele kali abang sama ku, biar abang tau, tentara nya aku bang,”kata korban.

“Halah, tentra..tentra, kau pikir hebat kali kau tentra,”kata terdakwa. Hingga terjadi keributan dan karena merasa terancam, saksi korban mengambil double stick dan memukul bagian kepala korban hingga berdarah. Para terdakwa pun pergi dari tempat jualan korban dan datang lagi bersama terdakwa lainnya, Jhon Horas Silalahi.

Lalu ke-7 terdakwa menganiaya saksi korban dengan memukul korban menggunakan pot bunga, batu padas dan menginjak injak perut korban. Hingga korban luka sesuai visum et repertum dari Rumah Sakit Umum Dr. Djasamen Saragih Nomor: 12935/VI/UPM/XI/2019 tanggal 14 Nopember 2019 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Edward Situmorang M.Kes.

Atas vonis tersebut, para terdakwa menyatakan menerima, sedangkan jaksa masih pikir-pikir. Persidangan dibantu panitera pengganti, Willyanto Sitorus SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.