HETANEWS

KKB Papua Gunakan Strategi Baru Demi Usir Warga Desa, TNI-Polri Tak Tinggal Diam

Warga Desa, TNI-Polri Tak Tinggal Diam Hingga Lumpuhkan Sejumlah Anggota Pemberontak. Foto: Kolase Instagram PuspenTNI

Hetanews.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali berulah hingga buat geram aparat keamanan setempat. Setelah beberapa kali lakukan kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri di wilayah Tembagapura dan berhasil diredam oleh aparat, kini mereka kembali berulah.

Dalam beberapa kali penyerangan KKB terhadap aparat maupun pos pengamanan di wilayah itu selalu gagal, kini mereka terapkan metode baru. Beberapa kelompok yang sempat terpisah dalam memberontak dan membuat rusuh di beberapa tempat di Papua, kini kelompok tersebut menyatukan kekuatan.

Diketahui sekitar 5-6 grup KKB kini menyatukan kekuatan untuk bersama-sama membuat resah penduduk setempat. Hal itu pun telah diketahui oleh aparat keamanan yang telah ditugaskan untuk selalu mengawasi dan menyerbu kelompok kriminal tersebut.

Bahkan strategi gabungkan beberapa KKB menjadi satu untuk menyerang pasukan gabungan TNI-POlri itu telah diketahui oleh aparat. Walau sempat membuat warga setempat harus mengamankan diri hingga mengungsi ke tempat yang lebih aman, kini aparat keamanan mulai bergerak menghentikan tindak kriminal tersebut.

Anggota Polsek Tembagapura bersama Personil TNI-Polri Satgas Nemangkawi, Jumat (6/3/2020) membantu warga di pedalaman Timika yang mengungsi menyelamatkan diri dari kekejaman KKB.
Foto: Gridhot.ID

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw ungkap bagaimana detik-detik baku tembak antara anak buahnya dengan KKB itu terjadi. Paulus menyebutkan dari kontak senjata yang terjadi ada sekitar empat orang yang tewas.

Baku tembak yang terjadi di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mikia, Papua itu diketahui meletus pada Minggu (15/3/2020). Namun Paulus belum bisa memastikan empat orang yang tewas itu dari KKB atau bukan.

"KKB di sana bersatu, kontak senjata terjadi di sekitar Opitawak," kata Paulus, di Jayapura, Senin (16/3/2020). Kapolda menegaskan, strategi baru dari KKB tersebut telah diketahui, namun memang tak semudah membalikan telapak tanggan untuk membuat mereka menyerah.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.
Foto: KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI

Pasalnya kini jumlah mereka dalam sekali serangan memang bertambah banyak, walaupun terpusat pada satu titik. Tetapi, Paulus menegaaskan bahwa upaya penegakan hukum terhadap KKB yang terus menebar teror pada masyarakat setempat terus dilakukan.

Kini aparat keamanan pun telah dapat menguasai kawasan Tembagapura yang jadi pusat konsentrasi penyerangan kelompok KKB tersebut. Namun demikian, akibat apa yang dilakukan oleh KKB itu membuat warga masih was-was untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Kami akan terus lakukan penegakan hukum kepada mereka (KKB). Kondisi di Tembagapura sudah relatif aman terkendali, tapi masyarakat belum kembali,"

Sebelumnya diberitakan, kontak senjata antara aparat gabungan TNI/Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Minggu (15/3/2020).

Kejadian tersebut terjadi dalam proses penegakan hukum terhadap 5-6 KKB yang bergabung di wilayah tersebut.

"Berhasil dilumpuhkan empat orang (Anggota KKB) dan sudah kami amankan senjatanya, ada tiga pucuk senpi, kemudian (senjata) yang lain panah dan sebagainya," ujarnya. 

Sumber: sosok.grid.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.