HETANEWS

Badan Keamanan: Indonesia Terkait dengan Kerusuhan Delhi

Para petugas kepolisian mengejar demonstran selama unjuk rasa menentang pengesahan Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAB) di Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi, India, Jumat, 13 Desember 2019. Foto: Reuters/Adnan Abidi

Hetanews.com - Badan-badan keamanan menyebut Indonesia secara tak langsung terkait dengan kerusuhan Delhi, India. 

Pengungkapan soal peluang ada andil Indonesia dalam kerusuhan Delhi terlontar, sehari pasca-Menteri Dalam Negeri Uni Amit Shah bicara di Parlemen setempat. Menurutnya, ada sejumlah uang yang telah disalurkan ke luar negeri untuk memicu kerusuhan Delhi.

Ia juga menyebutkan kepada Hindustan Times, sebanyak lima orang ditangkap karena diduga mendistribusikan uang tersebut sebelum kekerasan.

Badan-badan keamanan India telah menandai bendera sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di Indonesia. Dalam hemat mereka, LSM tersebut punya hubungan erat di masa lalu dengan Falah-e-Insaniyat Foundation (FIF), sayap amal dari Lashkar-e-Taiba, yang berbasis di Pakistan ( LeT).

Ini merupakan kelompok teror lantaran menggalang dana di dunia maya atas nama kerusuhan Delhi. Uang itu sendiri seharusnya dikirim ke orang-orang Muslim yang kehilangan anggota keluarga mereka, terluka, atau kehilangan harta benda dalam kerusuhan 24-25 Februari, yang menewaskan 53 orang dan lebih dari 500 lainnya terluka, lapor Hindustan Times.

Dana dikumpulkan dengan menggunakan embel-embel “kerusuhan Delhi” sebagai alasan. Mereka juga menggunakan gambar dan pesan di internet sebagai alat propaganda, dan dialihkan ke India dari Dubai melalui rute hawala.

Menteri Dalam Negeri India mengatakan, akun media sosial telah dibuka untuk menyalurkan konten-konten berbau provokasi. Konon, prajurit siber yang berbasis di Pakistan berada di garis depan dalam upaya untuk menyebarkan propaganda beracun terhadap pemerintah Narendra Modi dan India.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah negara menjadi sasaran penyebaran propaganda termasuk Inggris, Kanada, Jerman, dan di beberapa sisanya negara bagian Amerika Serikat (AS).

Sejumlah besar kelompok taktis yang bermarkas di Karachi, yang telah diberitahukan oleh pemerintah India, diketahui mencemarkan nama baik India karena isu-isu seperti pembatalan Pasal 370, Undang-Undang Kewarganegaraan (Amandemen), dan sekarang kerusuhan Delhi.

Menurut informasi yang tersedia di New Delhi, LSM yang berbasis di Indonesia (nama dirahasiakan) telah berupaya mengirim Rs25 lakh kepada korban kerusuhan Delhi. Lalu dewan anggota wali menghubungi organisasi Muslim lokal di ibuk ota untuk mendistribusikan bantuan itu.

LSM ini, melalui media sosial seperti Twitter dan platform lainnya, mengedarkan gambar maupun pesan kerusuhan sebagai bagian dari propagandanya. Pihaknya juga berencana untuk mengirim tim dari Indonesia untuk meninjau situasi di timur laut Delhi.

Tujuannya demi mendistribusikan bantuan yang ditargetkan kepada para korban. LSM ini sendiri diduga merupakan kelompok yang sangat teradikalisasi dan sebagai bagian dari penyebaran Islamnya, memberikan bantuan keuangan kepada komunitas Muslim di berbagai negara.

Mereka juga mendirikan sebuah kamp untuk Muslim Rohingya yang terlantar di Cox’s Bazaar di Bangladesh setelah bentrokan sektarian di dekat perbatasan Myanmar. Tak hanya itu, LSM ini juga membantu Jamaat-ud-Dawa (JUD), organisasi induk LeT, pada 2015 dalam melaksanakan kegiatan penjangkauan di kamp-kamp Rohingya di wilayah Banda Aceh, Indonesia.

Catatan foto kegiatan seluruhnya tersedia di Twitter milik LSM misterius ini.Ini mencerminkan fakta,  LeT berusaha memperluas jejaknya di antara komunitas Rohingya dan di negara-negara Asia Tenggara.

Badan-badan keamanan India sendiri khawatir,  gambar-gambar kerusuhan dan pernyataan politisi tertentu yang dibuat selama periode yang sama akan digunakan untuk mempersenjatai orang yang tidak bersalah melalui ideologi beracun, seperti yang telah terbukti dalam dua dekade terakhir.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.