HETANEWS

Besok, 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun Ikuti Sidang DKPP Lanjutan

Foto : Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (Teradu I), Michael Richard Siahaan (Teradu II) dan Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Siantar, hetanews.com - Tiga orang komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun, kembali akan mengikuti sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, pada Senin besok (16/3/2020), pukul 09.00 WIB, di Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Haji Adam Malik Medan.

Ketiga teradu, yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (Teradu I), lalu Michael Richard Siahaan (Teradu II) dan Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Adapun agenda sidang besok, yaitu mendengarkan pokok pengaduan dari pengadu, jawaban teradu dan mendengarkan keterangan saksi.

Dikatakan MS, selaku pengadu, mungkin besok sidang yang terakhir dan dia berharap agar pihak DKPP memberikan putusan yang seadil – adilnya, demi menjaga nama baik lembaga penyelenggara Pemilu, dalam hal ini Bawaslu Kabupaten Simalungun.

“Kalau kita lihat dalam beberapa minggu terakhir, DKPP telah memberikan sangsi yang tegas kepada beberapa penyelenggara Pemilu yang tidak bekerja sesuai kode etik dan hal itu sangat kita apresiasi,”ungkapnya, Minggu (15/3/2020).

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), duduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Simalungun Akan Ikuti Sidang DKPP, Salah Satu Pokok Pengaduan Terkait Dugaan Selingkuh!!!

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Dan Teradu III, Alfi Mukhair Nasution, bahwa pointnya sesuai dengan UU 7 tahun 2017,  dimana suami istri dilarang sebagai penyelenggara Pemilu.

Seperti diketahui bahwa istri dari Alfi Mukhair Nasution, bernama Dahlia Batubara, sebagai staf kesekretarian di divisi hukum Bawaslu Sumut.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.