HETANEWS

Tak Ada Data Valid Risiko Covid-19 di Pematangsiantar

Salah satu ruangan di gedung isolasi RSUD Djasamen Saragih, Selasa (3/3/2020). RSUD Djasamen salah satu rumah sakit pemerintah yang direkomendadikan sebagai rumah sakit rujukan Covid19.

Siantar, hetanews.com - Dinas Kesehatan Pematangsiantar belum memetakan wilayah persebaran virus Corona atau Covid-19 di Pematangsiantar. Kadis Kesehatan, dr Ronald Saragih, berdalih tak ada 1 orang pun warga kota ini yang dinyatakan positif Covid-19. 

"Masih aman aman. Gak ada. Kita gak ada wilayah konsentrasi atau sebaran Virus di Pematangsiantar. Kan belum ada disini Covid-19 yang positif," kata Kadis Kesehatan, dihubungi Sabtu (14/3/2020) siang. 

Pihaknya, kata dr Ronal, masih sebatas melakukan pemantauan terhadap warga Pematangsiantar yang statusnya terkait risiko Covid-19. Pemantauan dilakukan terhadap warga yang datang dari luar negeri atau dalam negeri.

Untuk status Kejadian Luar Biasa atau KLB, dr Ronal membandingkan Pematangsiantar dengan Solo, yang menyatakan KLB setelah 1 orang meninggal akibat Covid-19. Kota Pematangsiantar dalam hal ini belum bisa menyatakan status apapun berkenaan dengan itu.

"Jadi yang kita pantau sekarang adalah orang yang pulang dari luar negeri dan daerah terjangkit. Yang datang kesini dari daerah lain yang sudah terinfeksi Corona Virus. Kita pantau lah melalui Puskesmas semuanya," katanya, memberi penjelasan mengapa pihaknya belum memetakan sebaran atau konsentrasi Covid-19 di Pematangsiantar. 
 

Pemetaan Covid 19 di DKI Jakarta

Meski begitu, sejauh ini data Orang Dalam Pemantauan [ODP] terkait risiko Covid-19 di Pematangsiantar belum juga diketahui berapa jumlah keseluruhannya. Dinas kesehatan tak punya data yang valid tentang itu.

"Banyak itu, seluruh Puskesmas. Cuma kita mengharapkan kepada masyarakat yang baru datang dari luar supaya melapor. Karena kita juga gak punya data kalau warga itu gak melapor," ucapnya.

Sementara data warga yang datang dari luar negeri ke Pematangsiantar di klaim dapat dihimpun dari kantor kesehatan pelabuhan. Meski begitu, Plt Dirut RSUD Djasamen ini juga belum membeberkan berapa jumlahnya.

"Kalau data yang datang dari daerah lain ini yang susah kita dapatkan. Kalau dari luar negeri itu dari kantor kesehatan pelabuhan," jelasnya.

Berkenaan dengan penting nya informasi mengenai kondisi terbaru Covid-19, termasuk penyebaran dan wilayah konsentrasi tersebut, Pemko Pematangsiantar juga belum memberi perhatian banyak. 

Mardiana, selaku Bagian Protokoler Komunikasi Pimpinan, dikonfirmasi mengenai hal itu menyebut Pemko Pematangsiantar sementara masih melakukan sosialisasi melalui selebaran digital lewat platform sosial media, baik selebaran konvensional.

Penulis: gee. Editor: edo.