HETANEWS

Bahaya Virus Corona, Pemko Siantar Tetap Gelar Car Free Day

Selebaran undangan CFD. (Foto: int)

Siantar, hetanews.com - Virus corona atau Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Status pandemi menggambarkan suatu penyakit yang menyebar di antara orang-orang di banyak negara pada saat bersamaan.

Di beberapa kota/kabupaten di Indonesia telah resmi melarang kegiatan yang mengundang ramai orang, seperti kegiatan Car Free Day (CFD). Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah penyakit mematikan tersebut.

Meski begitu di Kota Siantar, Sumut, kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan oleh pemerintah setempat. CFD di kota berhawa sejuk ini digelar sekali dalam sepekan yakni tiap hari minggu, berlangsung di sekitaran Lapangan H Adam Malik.

Seperti yang akan digelar, besok (15/3/2020). Pemko menggandeng Bank Indonesia (BI) Cabang Siantar mengadakan kegiatan 'kumpul-kumpul' tersebut. BI turut mengkampanyekan Pekan QRIS Nasional 2020. QRIS merupakan sebuah sistem pembayaran non tunai atau transaksi digital.

Selain itu dalam CFD yang diadakan besok turut pula diadakan sejumlah kegiatan lain seperti senam, live musik, bazar UMKN, berbagi kuliner. Peserta CFD disarankan menggunakan seragam berwarna biru. Hal ini dapat dilihat dari undangan yang telah disebarkan lewat media sosial. (Lihat foto).

Sayang dalam kegiatan tak ada sosialisasi pencegahan penularan corona atau Covid-19 itu sendiri. Pencegahan penularan dapat dilakukan seperti bagi-bagi masker maupun cairan penciluci tangan (hand sanitizer).

Baca juga: RSU Djasamen Saragih Pantau Satu Warga Siantar Terkait Corona

​​​​​
Sepekan 96 Warga Indonesia Positif Corona

Wabah corona menjadi penyakit serius tengah dihadapi di dunia. Dikutip dari kontan.co.id, penularan virus corona dapat terjadi melalui penyebaran droplet atau percikan air liur, disebut sebagai penularan secara langsung. Beberapa di antaranya: batuk, bersin, berbicara, meludah dan menyanyi.

Sedangkan penularan secara tidak langsung melalui rute tidak langsung melibatkan suatu objek perantara, baik itu objek mati maupun hidup yang membawa suatu agens dari sumber ke orang yang rentan.

Sebagai contoh, droplet mengandung virus yang dikeluarkan oleh penderita bisa menempel di di suatu benda. Benda tersebut kemudian tersentuh oleh orang lain yang setelah itu giliran menyentuh mulut, hidung, atau mata sendiri sebelum mencuci tangan.

Dilihat dari berbagai sumber, per hari ini, orang yang terjangkit corona telah mencapai angka 96 orang di Tanah Air. Jumlah bertambah tiap harinya sejak Presiden Jokowi mengumumkan warga terinfeksi corona pada sepekan lalu. Sementara itu terdapat 5 pasien meninggal dan 8 orang positif corona dinyatakan sembuh.

Penulis: tim. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.