HETANEWS.COM

Diasingkan Keluarganya, Mantan Anggota TNI Ini Hidup Gelandangan di Jalan Singosari Siantar

Misran Nasution tampak duduk dengan beralaskan tikar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com- Sungguh miris nasib Misran Nasution (80), mantan Anggota TNI dengan pangkat terakhir Sertu yang bertugas sebagai pelatih di Rindam l/BB, beberapa puluh tahun yang lalu.

Sejak diasingkan istri kedua, maupun keluarganya sendiri, Misran Nasution harus tinggal di pinggir Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

Saat disambangi, Misran Nasution menjelaskan, bahwa dirinya sudah 3 tahun hidup dengan hanya berasalan tikar, tepatnya di depan Sekolah Dasar (SD).

Bahkan, dia juga berpindah - pindah tempat kalau hujan melanda, dan untuk makan, juga mengalami kesulitan dan terkadang harus menahan lapar. Dia baru makan, ketika ada warga yang baik hati, memberikanya makanan. 

Misran juga mengatakan, beberapa tahun lalu, ia bersama istri keduanya, sempat mengontrak, di Jalan Singosari, Gang Salak, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat. Tapi lantaran semakin lama rumah yang dikontrakannya makin mahal, apalagi dirinya ditimpa masalah dengan dikeluarkan dari satuan TNI, sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan rumah kontrakannya.

Lalu istri keduanya itu, tinggal di Jalan Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

"Jadi di tahun 70-an, saya masih melatih di Rindam sini, dan pangkat saya sertu. Ya sekarang beginilah keadaan saya, yang hidup di pinggir jalan dan makanpun  dari pemberian orang. Kadang – kadang, ada anak sekolah datang memberikan makanan," kata Misran, sembari menunduk.

Masih katanya, pernah suatu ketika ia mencoba meminta tinggal kepada anak laki - lakinya yang tinggal di Karang Sari, Kabupatem Simalungun, namun tidak bertahan lama, karena menantu perempuanya merasa keberatan. Hal itu juga yang membuat Misran, lebih memili tinggal di pinggir jalan.

Dengan beralaskan spanduk, dan beberapa bungkusan kain, Misran terpaksa bertaham hidup tanpa rumah, tanpa makanan dan tanpa belas kasihan dari keluraganya.

"Pernah tinggal sama anak di Karang Sari tapi nggak cocok sama istrinya, makanya sayapun mundur dan harus begini. Istri saya pun seringnya lewat dari sini (Singosari), tapi dirinya tidak perduli dengan saya. Ada anak saya yang bernama Ponidi, tinggal di Karang Sari kalau anak saya yang ini pernah mengunjungi saya dan kalau ada rezeki dibelikan saya makanan," terangnya.

Saat ditanya, apakah perangkat desa seperti Lurah sekitar pernah mengunjunginya? Misran mengaku, kalau lurah tidak pernah melihat kondisinya, melainkan anggotanya saja yang disuruh oleh Lurah untuk melihat keadaan Misran.

"Gak pernah Lurah datang kesini, anggotanya yang disuruh kesini, tapi itu pun anggotanya hanya mengatakan "apa tidak dingin disitu wak," gitu aja habis itu pergi," ujar Misran yang telah mempunyai empat cucu. 

Selain itu, ketika ditanya apa harapan Misran kepada Pemerintah Kota (Pemko) khususnya Wali Kota Siantar, Hefriansyah Nur? Ia mengatakan, hanya ingin tinggal di Dinas Sosial (Dinsos).

"Kalau ada yang mau membawa saya ke Dinas Sosial, saya mau ikut. Tapi begitu pun, saya harus ijin dulu kepada anak saya, walaupun anak saya benci dengan saya," akhirnya.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!